Air Macet, Warga Jati Perumnas Keluhkan Pelayanan PDAM Ternate

  • Whatsapp
Ilustrasi Air Macet, Tagihan Lancar

Ternate, Haliyora.com

Layanan Perusahan Daerah Air Minim (PDAM) Kota Ternate dikeluhkan warga Kelurahan Jati Perumnas. Pasalnya, suplai air ke rumah warga tak lancar. Satu hari macet satu hari lancar.

Bacaan Lainnya

Bukan hanya itu, warga setempat juga keluhkan harga air yang menurut mereka tidak seimbang dengan suplai air. Seperti dikeluhkan ketua RT.05/RW.06 Kelurahan Jati Perumnas, Sahbudin Usman.

Sahbudin mengatakan, suplai air di lingkungan RT.05 selama ini tidak lancar. Satu hari mengalir satu hari macet. Sementara pembayaran tarif air perbulan tidak berkurang. Ia mengaggap tidak seimbang antara suplai air dengan tarif air per bulannya.

Ia menyebut, setiap bulan warga harus membayar tarif air ke PDAM sebesar Rp 200-300 ribu. “Masa air sering macet tapi bayarannya besar per bulan, ini tara masuk akal,”keluhnya, Minggu (09/08/2020).

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, Sahbudin mengaku kadang harus memesan air dari penjual air profil,“Saya sendiri dan sebagian warga saya di sini kadang kita beli air profil,”ungkapnya.

Jon, warga RT.05 Jati Perumnas juga punya keluhan yang sama. Katanya, di lingkungannya air PDAM mengalir dua hari sekali.

“Di sini air bajalan dua hari sekali. Dan bukan Cuma torang di RT.05 saja, di RT tetangga juga mengalami hal yang sama. Saya sering baku dapa deng dorang sabla kong dong carita. Padahal air ini kan tong bayar setiap bulan,”keluh Jon.

Terpisah, Ketua RT.06, Kelurahan Jati Perumnas, Fajri, mengatakan di lingkungannya air PDAM ada yang mengalir sehari sekali dan ada dua hari sekali.

Ia menyebut kondisi tersebut dialami hampir semua warga pada semua RT.06 terutama beberapa RT yang berada di ujung Kelurahan.

“Kami di bagian ujung kelurahan Jati Perumnas inikan ada empat RT, yaitu RT 04, RT. 06, RT. 10, dan RT. 11, itu airnya tidak berjalan normal. Saya tau karena sering ketemu di kantor maupun di lingkungan kelurahan sini untuk cerita masalah Air bersih dan mereka juga mengalami hal yang sama seperti kita di RT 06,”ungkapnya.

Fajri mengaku sering menyampaikan keluhan warganya kepada pihak PDAM, baik bertemu langsung maupun melalui telpon, namun tidak ditanggapi secara serius. Kata dia, pihak PDAM hanya berjanji akan datang mengecek, tapi tidak pernah datang.

“Olehnya kami berharap pihak PDAM dan Pemerintah dapat memperhatikan kondisi air supaya berajalan lancar. Air ini kan kebutuhan utama, jadi tolong diperhatikan pelanyanan air bersih ini,”imbuhFajri.

Sementara, ketika dikonfirmasi Haliyora.com pada, Senin (10/08/2020), Kapala seksi distribusi PDAM Ternate, Malik Abayo menjelaskan, air di kelurahan Jati Perumnas tidak berjalan lancar disebabkan karena di kelurahan tersebut jaringannya tersambung dengan Kelurahan Jati Besar, Jerbus, dan Maliaro dengan sumber air berada di Jan.

“Karena areanya terlalu luas, sehingga penyalurannya kita pake sistim bergilir. Misalnya hari ini air jalan di kelurahan Jati Besar, besok giliran Jati Perumnas dan seterusnya. Nah kalau air jalan di satu kelurahan maka kelurahan lain pasti mati. Makanya satu hari air bajalan satu dua hari tidak, Karena jaringanya satu,”jeals Malik kepada Haliyora.com, Senin (10/08/2020) di kantornya.

Malik menjelaskan, kondisi seperti itu sudah berjalan sejak 2019. Karena sumber air bersih dari danau Ngade, dan dari sana ditampung pada bak penampungan di Jan kemudian dialirkan ke warga.

“Area situ luas, terpaksa kita pakai giliran untuk alirkan ke kelurahan seperti saya sampaikan di atas, kalau sekalian tidak bisa,”terangnya.

Sementara terkait pembayaran tarif air, menurut Malik, pembayarnnya sesuai pemakaian perbulan yang tercatat pada meteran.

“Mungkin karena mereka boros Air sehingga melakukan pembayaran tiap bulan juga agak besar, karena setiap petugas datang melakukan penagihan itu sesuai dengan pemakaian mereka perbulan yang tercatat di meternya. Kalau pemakaiannya boros biayanya juga besar ,kalau kecil biayanya kecil,”tandas Malik. (Rico)

Pos terkait