Pilkada Haltim, 10 PAC PDI-P Tolak Calon Bukan Kaders

  • Whatsapp

Maba, Haliyora.com

Menghadapi Pilkada pada 9 Desember 2020, DPC PDI-P Halmahera Timur menjaring aspirasi jajaran pengurus tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) melalui rapat Pleno yang diperluas.

Bacaan Lainnya

Dalam rapat pleno tersebut, 10 PAC yang hadir kompak pada satu aspirasi bersama. Mereka menghendaki agar dalam Pilkada langsung ini, Partai Moncong Putih mengusung kadersnya sebagai calon untuk bertarung.“Kami ingin kaders partai yang diusung,”kata juru bicara PAC, Musgawir Cowu.

Musgawir menegaskan, aspirasi PAC PDI-P Haltim sudah final dan tidak akan berubah, bahwa siapapun yang bakal menerima rekomendasi dia harus kaders partai. Ia mengancam PAC tidak akan mendukung jika DPP PDI-P memberikan rekomendasi kepada kandidat dari luar partai, bahkan ia siap dipecat dari partai.

“Kami akan melakukan perlawanan atas keputusan DPP jika memberi rekomendasi di luar Kader Partai dan kami juga siap di pecat,”ancam Musgawir.

Disebutkan, ada tiga kaders PDI-P yang menyatakan siap mengikuti kontestasi politik pada pilkada serentak di Haltim. Mereka adalah Hi. Arifin, Hi. Daud Ali, dan Novarius A Bulango.

Dari tiga kaders tersebut, Novarius sudah melangkah jauh lantaran sudah digandeng bakal calon bupati dari PAN, Hi. Taib Djalaluddin, bahkan Novarius sudah mendapat jaminan dari DPP.

Untuk itu, Musgawir Cowu menegaskan, Ia dan semua PAC se-kabupaten Haltim hanya merekomendasikan Novarius Bulango atau Hi. Daud Ali untuk maju sebagai calon Wakil Bupati Halmahera Timur. “Harga mati rekom harus ke kader yakni Novarius Bulango atau H.Daud,”tegasnya.

Ketua DPC PDI-P Haltim, Djhon Ngoraici, mengakui aspirasi dari PAC yang menginginkan harus kaders partai yang diusung pada pilkada Haltim.

“Ujung tombak partai ini ada di PAC dan Ranting. Mereka menginginkan kaders yang harus diusung dalam pilkada Haltim tahun ini. Tentunya aspirasi dari bawah ini kami dari DPC mengakomudir,”ujar Djhon.

Meski demikian kata Djhon, keputusan final ada di DPP. Untuk itu, sebagai kaders juga harus tunduk kepada keputusan DPP.

“Keputusan final ada di DPP, jadi kami sebagai kaders partai tetap tunduk dan patuh terhadap keputusan DPP,” tandasnya.

Diketahui PDI-P sendiri dalam pemilihan legislatif 2019 lalu berhasil memperoleh tiga kursi di legislatif sekaligus menjadi partai dengan perolehan suara terbanyak sehingga mengantar salah satu anggota fraksinya menjadi Ketua DPRD Haltim. (red)

Pos terkait