Alat PCR Tiba, Sekda Halsel: Belum Bisa Dioperasikan

Halsel, Haliyora.com

Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) telah mendatangkan alat PCR untuk percepatan penanganan covid-19. Alat PCR yang dibeli dari Surabaya dengan harga kurang lebih 3 miliar rupiah ini, tiba di pelabuhan Babang lewat Jalur Manado menggunakan Kapal Pelni, Minggu (19/7) kemarin.

Sekretaris Daerah (Sekda) Halsel Helmi Surya Botutihe, Senin (20/7), mengatakan bahwa saat ini Pemda masih menunggu BTKL Manado untuk mempersiapkan lokasi laboratorium untuk mengoperasikan alat PCR, selain itu Pemda belum memiliki petugas yang bisa mengoperasikan alat tersebut.

“Alat PCR ini tiba kemarin lewat kapal Pelni di Pelabuhan Babang, saat ini BTKL Manado telah melihat lokasi untuk segera dipersiapkan laboratorium alat PCR dan menunggu tim teknis yang akan melatih petugas untuk mengoperasikan PCR,”ungkap Helmi kepada Haliyora.com di Aula Kantor Bupati Halsel.

BACA JUGA  "Tangkap dan Adili Bupati Halut" Menggema di Polda Malut

Menurut Helmi, pembelian satu set PCR menelan biaya kurang lebih 3 miliar rupiah, yang bersumber dari 20 miliar rupiah anggaran Covid-19 tahap Pertama. Helmi mengungkapkan, saat ini anggaran penanganan tahap I sudah habis untuk kegiatan penanganan Tim Gustu Covid-19 Halsel.

Selanjutnya kata Helmi, dengan adanya PCR maka Gustu Covid-19 Halsel lebih fokus melakukan fresing penelusuran dan pemetaan kondisi virus covid-19 baik kepada masyarakat yang punya resiko tinggi, tenaga medis dan masyarakat yang melakukan aktifitas di luar rumah.

BACA JUGA  KKSS Kepulauan Sula Salurkan 15 Hewan Kurban di 3 Kecamatan

Lanjut Helmi, hal ini dilakukan untuk mendeteksi penyebaran virus, sehingga dapat dilakukan penanganan cepat, yaitu isolasi dan karantina bagi yang terinfeksi virus Corona.

Helmi menghimbau agar semua masyarakat tetap mengikuti protokoler kesehatan dalam beraktifitas dan bepergian keluar Halsel.

Sebagai langkah antisipasi, Gustu Covid-19 akan meningkatkan pengawasan untuk mewaspadai keluar-masuknya warga Ternate dan daerah lainnya. “Dengan persentasi angka tinggi kenaikan kasus positif di Ternate kita perlu waspadai,” tutup Helmi. (Asbar)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah