Pasokan Logistik ke Maluku Utara Tetap Lancar

  • Whatsapp

Ternate, Haliyora.com

Sejumlah jenis kebutuhan sayur-mayur di Maluku Utara, khususnya Kota ternate, masih dipasok dari Manado dan Surabaya. Begitu juga telur dan daging ayam, bahkan beras pun sebagian besar disuplai dari provinsi tetangga.

Bacaan Lainnya

Untuk itu, transportasi angkutan barang antar provinsi melalui jalur laut memegang peranan penting.

Ini dirasakan di awal masa pendemi, ketika pintu masuk ke wilayah Maluku Utara lewat jalur laut ditutup akibat pandemi Covid-19. Pasokan barang dari luar daerah sedikit terhambat.

Namun, dengan diberlakukan masa kebiasaan baru (new normal), pintu pelabuhan dibuka kembali. Pelayaran, terutama untuk kapal angkutan barang sudah mulai lancar masuk ke Maluku Utara.

Kelancaran pelayaran kapal angkutan barang itu berdampak positif pada arus keluar masuk barang, terutama bahan pokok ke Maluku Utara.

Hal itu disampaikan Kepala Oprasional PT Pelni (persero) cabang Ternate, Irwansyah kepada Haliyora.com, Sabtu (18/07/2020) di kantornya.

Kata Irwansyah, sebagian besar kapal angkutan barang yang datang dari luar Maluku Utara saat ini sudah lancar dan aman meski masih dalam masa Covid-19.

“Barang kebutuhan pokok yang sebagian besar pasoknya dari luar Maluku Utara seperti Bitung, Surabaya sudah stabil, yakni bawang, rica, tomat, telur ayam, daging ayam, maupun komoditas lain seperti kentang wortel, sawi dan lain-lain itu sudah aman dan stabil,” ungkapnya.

Kondisi tersebut, kata Irwansyah baru berlaku sejak dua minggu terakhir. Sebelumnya, pada bulan Mei-Juni 2020, pasokan barang ke Maluku Utara belum stabil lantaran kapal-kapal belum beroperasi dengan lancar.

“Dari Mei sampai Juni pasokan barang , termasuk bahan-bahan pokok ke Maluku Utara itu belum stabil karena kapal belum beroperasi dengan lancar. Baru dua minggu lebih ini kapal-kapal barang mulai lancar beroperasi sehingga arus keluar masuk barang juga so aman dan lancar,”ujarnya.

Untuk itu Irwansyah mengingatkan, masyarakat Maluku Utara agar tidak khawatir terkait ketersediaan bahan pokok.

“Jadi Masyarakat tidak perlu terlalu hawatir akan ketersedian bahan pokok selama masa pengendalian transportasi, karena pemerintah saat ini telah menyiapkan skenario optimalisai layanan transportasi laut untuk mendukung pemenuhan logistik,”imbuhnya.

Ia menegaskan, meski masih dalam kondisi sulit karena Pendemi Covid-19, pemerintah tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan tetap mengoperasikan pelabuhan, khususnya kapal kargo dengan tetap memproritaskan keselamatan pelayaran. Dan tidak kalah penting juga kita tetap memastikan setiap individu yang terlibat dalam kegiatan logistik tersebut harus tetap sehat dan bebas Covid-19.

“Untuk itu harus disiplin mengikuti protokol kesehatan sehingga dari aspek kesehatan terjamin, di sisi lain sektor ekonomi masayarakat juga terpenuhi,” uajarnya.

Olehnya, sambung Irwansyah, dalam kegitan operasional di pepabuhan, pihaknya sangat ketat menerapkan standar opersasinal prosedur (SOP) berdasarkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19. “SOP ini wajib dijalankan agar pasokan logistik bisa lancar dan terjamin dengan baik,”pungkasnya. (Rico)

Pos terkait