Ternate, Haliyora.com
Juru bicara pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk Covid-19, Alwia Assagaf dalam konfrensi pers di Sahid Bela Hotel, Kamis (16/07/2020) mengatakan, hari ini kasus terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah sebanyak 37 kasus. Maka kasus pasien positif Corona di Maluku Utara menjadi 1.221 orang
Dari 37 kasus positif baru itu, kata Alwia, 10 diantaranya karyawan PT. NHM, hasil pemeriksaan Rumah Sakit Umum Mitra Kemayoran Jakarta.
“Ada 10 Karyawan PT. NHM yang diperiksa di Rumah Sakit Umum Mitra Kemayoran Jakarta dengan hasil spesimen semua dinyatakan positif Covid-19,”ujarnya.
Sekarang ini, sambung Alwai, pihak NHM sudah alihkan pemeriksaan spesimen karyawannya dari Rumah Sakit Siloam Manado ke Rumah Sakit Umum Mitra Kemayoran Jakarta.
“RSU Mitra Kemayoran adalah salah satu Rumah Sakit yang masuk dalam daftar list ditunjuk oleh kementerian kesehatan,”jelasnya.
Sebelumnya, pihak PT. NHM merilis data karyawanya yang telah dinyatakan sembuh sebanyak 123 orang, kemudian bertambah menjadi 255 orang sembuh.
Namun Alwia menyebut pihaknya tidak pernah mendapat data resmi klaim NHM itu dinyatakan sembuh.
“Sebelumnya 123 kemudian 255 itu tidak ada data yang kami terima,” bantah Alwia.
Kata Alwia, tidak ada kesesuaian data yang dirilis NHM dengan data Gustu Halut dan Gustu Provinsi.
“Gugus Halut tidak bisa ikut rilis data NHM karena data yang dilaporkan itu harus ada bukti dari laporan Pemeriksaan Laboratorium. Pusdatin juga tidak bisa menggunakan data sepihak dari NHM, kami harus menerima data dan hasil dari laboratorium juga,”tandas Alwia.
Lanjut Alwia, Gugus Tugas sudah mengudang pihak NHM, melibatkan KKP dan Kementerian Kesehatan saat berkunjung ke Maluku Utara. Pihak NHM waktu itu diwakili pak Amin, salah satu pejabat NHM. Beliau diminta untuk menyampaikan data terbaru jumlah pasien di sana.
“Dari laporan pak Amin itu, diketahui sudah 1000 lebih karyawan NHM di swab dan positifnya banyak, tapi mereka sengaja merlis melebih-lebihkan kesembuhan pasien untuk membuat semangat karyawan lainya yang masih positif.” beber Alwia. Makanya saya meminta kepada pihak NHM untuk tidak merilis data dengan menambah-nambah jumlah pasien sembuh dengan alasan untuk menyemangati Kariyawan lainnya,”pungkasnya. (Jae)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!