DPRD Halsel Minta Tinjau Kembali Rencana Pengaktifan Belajar Mengajar

  • Whatsapp
Anggota DPRD Halsel Fraksi Partai NasDem, Fadila Mahmud

Halsel, Haliyora.com

DPRD Kabupaten Halmahera Selatan meminta Pemda dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) agar meninjau kembali rencana pengaktifan proses belajar mengajar di sekolah Tingkat Paud, TK, SD dan SMP.

Bacaan Lainnya

Anggota Komisi I DPRD Halsel, Fadila Mahmud ketika diwawancarai, Jumat (10/7), mengatakan bahwa di tengah terus menanjaknya kasus terkonfirmasi positif Covid-19, disdikbud seharusnya berhati-hati dalam mengambil kebijakan untuk mengaktifkan kembali sekolah-sekolah yang ada di Halsel.

Lanjut dia, Meskipun alasan Disdikbud bahwa kebijakan tersebut adalah menindaklanjuti Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri, namun tetap harus memperhitungkan faktor kemanan dan keselamatan siswa dari terjangkitnya Wabah Covid-19.

“apalagi anak Paud, TK dan SD itu kan sulit kalau dikasih protokol kesehatan, dan anak di usia ini kan rentan juga dengan Virus, makanya sebaiknya ditinjau kembali kebijakan itu,” pinta Fadila yang juga Wakil Ketua Pansus Covid-19 DPRD Halsel.

Politisi Nasdem ini mengaku sudah berkomunikasi dengan sejumlah guru dan kepala sekolah terkait kebijakan Disdikbud ini, namun mereka (Kepsek dan Guru) juga tidak setuju jika pada Senin 13 Juli nanti proses belajar mengajar di sekolah diaktifkan kembali.

“Kepala sekolah Insan kamil juga bilang ke saya kalau dia tidak setuju kalau harus masuk sekolah di tengah pandemi yang kasus positifnya terus naik,” akunya.

Fadila menyarankan, proses belajar mengajar bisa diaktifkan kembali asalkan memperhitungkan peta sebaran pasien Covid-19 di setiap Desa dan Kecamatan di Halsel. Sehingga pengaktifan proses belajar mengajar itu dikhususkan bagi kecamatan atau desa yang tidak memiliki kasus Positif Covid-19.

“Halsel ini ada 30 Kecamatan, jadi bagi perzona saja misalkan bagi zona merah atau kecamatan yang banyak kasus Positif Covid-19 tetap libur sekolah, kalau yang bersih (Covid-19) bisa diaktifkan belajar mengajarnya,”pungkasnya. (red)

Pos terkait