Proyek Pengadaan Mesin Pemotong Batu Desa Nusa Ambo Disoal Warga

- Editor

Jumat, 3 Juli 2020 - 17:39 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maba, Haliyora.com

Proyek pengadaan mesin pemotong batu senilai ratusan juta oleh pemerintah Desa Nusa Ambo Kecamatan Wasile Selatan 2018 lalu dipermasalahkan masyarakat.

Menurut informasi yang dihimpun wartawan dari warga Desa Nusa Ambo, proyek pengadaan mesin pemotong batu oleh pemerintah desa sudah menghabiskan anggaran ratusan juta yang bersumber dari Dana Desa (DD) tetapi sampai sekarang mesin pemotongan batu itu belum dimanfaatkan oleh masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“bukan hanya itu pemerintah desa juga habiskan banyak anggaran desa untuk membiayai kegiatan studi banding di surabaya yang diikuti lima orang yang dipercayakan untuk mengoperasikan mesin tersebut,” kata salah satu warga desa sondo-sondo kepada wartawan yang enggan namanya dipublis.

BACA JUGA  Organda Haltim Aksi Mogok, Protes Sikap Dishub dan Perindagkop

Kata dia, mesin pomotong batu yang diadakan pemerintah desa itu disinyalir kuat bermasalah karena jika dilihat secara kasat mata, mesin pemotong batu tersebut terlihat seperti barang bekas, buktinya sampai saat ini mesin pemotong batu itu belum dapat dimanfaatkan.

“Olehnya itu kami minta kepada pihak penegak hukum baik kepolisian dan kejaksaan agar kiranya dapat selidiki proyek tersebut” pintahnya.

Terpisah Plt Kepala Desa Nusa Ambo, Maruf Sabtu menjelaskan, mesin pemotong batu itu sampai sejauh ini belum dioperasikan dengan alasan karena tidak ada tenaga yang bisa mengoperasikannya.

“benar kami kirim lima orang ke surabaya untuk mengikuti magang atau study banding dengan harapan setelah balik dari surabaya bisa dapat mengoprasikannya, namun selesai mengikuti magang, orang-orang itu lebih memilih untuk kerja diperusahaan tambang” katanya.

BACA JUGA  Wujudkan Haltim Sejahtera, Bupati Fokus Atasi Kemiskinan

Maruf juga menyebutkan, besaran anggaran proyek pengadaan mesin pemotong batu itu sebesar Rp 100 juta lebih dan mesin diadakan tersebut bukan barang bekas seperti apa yang disampaikan masyarakat.

“mesinnya tidak rusak, hanya saja tidak ada orang untuk operasikan, maka bagi masyarakat yang ingin operasikan segera sampaikan kepada pemerintah desa, setiap tahun kami terus alokasikan biaya untuk bayar listrik karena ditakutkan pihak PLN cabut meteran listriknya,” Kata Maruf. (HT)

Berita Terkait

Ratusan ASN Termasuk Mantan Plt Sekda Malut Dikembalikan ke Jabatan Semula
Mendagri Tunjuk Samsuddin A. Kadir Pj Gubernur Malut
DPRD Desak Plh Tuntaskan Utang Pemprov Malut
Berangkat Haji, 2 Jabatan OPD Kosong, Walikota Ternate : Segera Terisi
Ingatkan OPD, Plh Gubernur Malut : Jangan Main-main Dengan Uang
Plh Gubernur Malut Minta OPD tak Hambat Proses Pencairan Anggaran
Mendagri Tunjuk Samsuddin Jabat Plh Gubernur Malut
PT ADT Diduga Bohongi Pemda Taliabu Soal Jumlah TKA
Berita ini 10 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 20 Mei 2024 - 15:25 WIT

Ratusan ASN Termasuk Mantan Plt Sekda Malut Dikembalikan ke Jabatan Semula

Senin, 20 Mei 2024 - 13:16 WIT

Ini Tren Kasus Korupsi di Indonesia Sepanjang 2023, Malut Masuk?

Minggu, 19 Mei 2024 - 22:34 WIT

Bupati Fifian Adeningsih Mus Sempatkan Waktu Bertemu CJH Asal Sula di Embarkasi Makassar

Minggu, 19 Mei 2024 - 21:14 WIT

Suasana Khidmat Iringi Pelepasan Calon Jamaah Haji Oleh Bupati Halsel

Minggu, 19 Mei 2024 - 19:19 WIT

Ini Daerah Pemasok Miras Terbesar ke Area Tambang di Halteng 2 Bulan Terakhir

Sabtu, 18 Mei 2024 - 20:29 WIT

Jamaah Calon Haji Tanpa Visa Dikenai Denda dan Dideportasi

Jumat, 17 Mei 2024 - 21:35 WIT

Cegah Gangguan Kamtibmas, Polda Malut Intens Gelar Patroli di Wilayah Ini

Jumat, 17 Mei 2024 - 19:19 WIT

Sama-sama Kantongi Surat Tugas, Bupati Petahana Sula dan Kakaknya Disurvei Golkar

Berita Terbaru

error: Konten diproteksi !!