Proyek Pengadaan Mesin Pemotong Batu Desa Nusa Ambo Disoal Warga

  • Whatsapp

Maba, Haliyora.com

Proyek pengadaan mesin pemotong batu senilai ratusan juta oleh pemerintah Desa Nusa Ambo Kecamatan Wasile Selatan 2018 lalu dipermasalahkan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Menurut informasi yang dihimpun wartawan dari warga Desa Nusa Ambo, proyek pengadaan mesin pemotong batu oleh pemerintah desa sudah menghabiskan anggaran ratusan juta yang bersumber dari Dana Desa (DD) tetapi sampai sekarang mesin pemotongan batu itu belum dimanfaatkan oleh masyarakat.

“bukan hanya itu pemerintah desa juga habiskan banyak anggaran desa untuk membiayai kegiatan studi banding di surabaya yang diikuti lima orang yang dipercayakan untuk mengoperasikan mesin tersebut,” kata salah satu warga desa sondo-sondo kepada wartawan yang enggan namanya dipublis.

Kata dia, mesin pomotong batu yang diadakan pemerintah desa itu disinyalir kuat bermasalah karena jika dilihat secara kasat mata, mesin pemotong batu tersebut terlihat seperti barang bekas, buktinya sampai saat ini mesin pemotong batu itu belum dapat dimanfaatkan.

“Olehnya itu kami minta kepada pihak penegak hukum baik kepolisian dan kejaksaan agar kiranya dapat selidiki proyek tersebut” pintahnya.

Terpisah Plt Kepala Desa Nusa Ambo, Maruf Sabtu menjelaskan, mesin pemotong batu itu sampai sejauh ini belum dioperasikan dengan alasan karena tidak ada tenaga yang bisa mengoperasikannya.

“benar kami kirim lima orang ke surabaya untuk mengikuti magang atau study banding dengan harapan setelah balik dari surabaya bisa dapat mengoprasikannya, namun selesai mengikuti magang, orang-orang itu lebih memilih untuk kerja diperusahaan tambang” katanya.

Maruf juga menyebutkan, besaran anggaran proyek pengadaan mesin pemotong batu itu sebesar Rp 100 juta lebih dan mesin diadakan tersebut bukan barang bekas seperti apa yang disampaikan masyarakat.

“mesinnya tidak rusak, hanya saja tidak ada orang untuk operasikan, maka bagi masyarakat yang ingin operasikan segera sampaikan kepada pemerintah desa, setiap tahun kami terus alokasikan biaya untuk bayar listrik karena ditakutkan pihak PLN cabut meteran listriknya,” Kata Maruf. (HT)

Pos terkait