New Normal, Banyak Warga Ternate Tak Pakai Masker

  • Whatsapp
New Normal, Banyak Warga Yang Tidak Mematuhi Perwali Nomor 13 (foto : Riko/Haliyora.com)

Ternate, Haliyora.com

“Sejak tanggal 30 Mei 2020 kami sudah jalankan Perwali Nomor 13 terkait penerapan protokol kesehatan,” demikian kata Amat, salah satu anggota Gugus Tugas Covid-19 Kota Ternate yang bertugas di pos Covid Pasar Higienis, saat berbincang dengan Haliyora.com, pada Jum’at sore (12/06/2020).

Bacaan Lainnya

Tugas pokok yang dilaksanakan Amat mulai jam 07.00-18.00 adalah memantau dan memastikan aktifitas warga masyarakat mengikuti protokol kesehatan seperti memakai masker, cuci tangan, hidari kerumunan dan jaga jarak.

Tugas itu dilaksanakan hanya pada siang hari. Malam hari tidak dipantau lagi. Amat beralasan, warga kurang beraktifitas di malam hari.

Amat menjelaskan, jika ada warga beraktifitas di wilayah kerjanya tidak mengikuti protokol kesehatan langsung ditegur bahkan tidak diperbolehkan masuk ke pasar.

“Semua orang yang beraktifitas dalam pasar baik itu penjual maupun pembeli, semua diwajibkan pakai masker, kalau tara pake masker tetap kami keluarkan dari arena pasar, tidak ada alasan apapun sebab setiap pagi, siang dan sore itu sering kami sosialisasi di lingkungan pasar serta memberi informasi lewat corong megafon. Kalau dorang tara iko apa yang diamanatkan peraturan walikota, maka kami akan menegur dan juga tidak memperbolehkan masuk dalam arena pasar, kalau malawang juga kami suruh pus up,”tandasnya.

Hal yang sama disampaikan Ilham S. Puasa, petugas Pos Covid-19 di Pasar Bastiong. Katanya setiap orang masuk di terminal dan pasar, baik tukang ojek maupun penjual dan pembeli yang tidak menggunakan masker maka akan disuruh pulang mengambil maskernya.

“Hanya saja bentuk sanksinya belum kami terapkan. Kami masih menunggu TNI/POLRI mengatur bentuk sanksinya seperti apa, agar masyarakat lebih taat“, ujarnya

Penjelasan Amat dan Ilham bertolak belakang dengan pantauan Haliyora.com di Pasar Hegienis, pada Kamis (11/06/2020). Kenyataannya penjual ikan di pasar umumnya tak memakai masker. Situasai yang sama terlihat pada, Jum’at (12/06/2020). Ada yang beralasan punya masker tapi lupa di rumah. “Saya ada masker tapi lupa di rumah,”ujar Nur, penjual ikan fufu di pasar Bastiong.

Demikian pula pantauan Haliyora.com pada Jum’at (12/06/2020) di area terminal, pasar dan pelabuhan Bastiong. Masih terlihat banyak warga beraktifitas tanpa memakai masker.

Ada saja alasan yang mereka utarakan. Inu Ades misalnya. Penjual sayur-mayur itu mengatakan punya masker tapi disimpan, karena kalau dipakai agak lama menggangu pernafasan. “Saya pe masker ada, tapi simpan di kantong, barang kalu pake lama banapas me taganggu,”dalihnya.

Alasan yang sama dikatakan Tia, pedagang buah. “Saya ada masker, tapi nafas sasa kalau pake,”ucapnya.

Di area pelabuhan kapal penumpang dan pelabuhan penyebrangan Ferry Bastiong pun sama situasinya. Banyak warga lalu-lalang tanpa masker. Ada yang duduk berkumpul, juga tidak memakai masker. (VRS)

Pos terkait