Rp 100 M untuk Kawasan Ekonomi Baru Kota Ternate

  • Whatsapp
Risval Tri Budiyanto Kadis PUPR Kota Ternate (foto : Istimewa/Google.com)

Ternate, Haliyora.com

Pemerintah Kota Ternate tengah melaksanakan proyek multiyers. Proyek tahun jamak itu diproyeksikan selesai dalam tiga tahun, dimulai tahun 2019 hingga 2021.

Bacaan Lainnya

Anggaran yang disiapkan untuk Proyek berupa reklamasi pantai di sepanjang pantai kelurahan Kayu Merah dan Kalumata itu sebesar Rp 100 miliar. Anggarannya dibagi dua. Bagian Utara sebesar Rp 35 miliar dan bagian Selatan Rp 65 miliar, sudah berjalan selama dua tahun.

Reklamasi pantai itu disiapkan untuk kawasan ekonomi baru. Jika reklamasi sudah rampung, kawasan tersebut akan dibangun pusat-pusat perdagangan seperti mall, pasar dan dan lain-lain.

Itu yang dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Kota Ternate Risval Tri Budiyanto kepeda Haliyora.com, Sabtu (30/05/2020) di eks kantor Walikota, kelurahan Kampung PisangTernate.
Kata Risval, perluasan kawasan ekonomi baru ke bagian Selatan Kota Ternate agar pusat-pusat ekonomi tidak tersentral di Ternate Tengah.

“Tujuan dari proyek Multiyers adalah Pembukaan Kawasan Ekonomi Baru. Proyek ini digeser ke Ternate Selatan agar semua tidak terpusat di Ternate Tengah saja. Di situ bakal dibangun Mall, pasar dan lain-lain, sehingga masyarakat dari arah Selatan semua bisa ke situ, tidak harus ke pasar Gamalama, juga diharapkan bisa berdampak tumbuhnya multi sektor di sekitar lokasi itu,”ujarnya.

Risval menambahkan, meski proyek multiyers ini dibangun pada masa kepemimpinan Burhan Abdurrahman sebagai Walikota Ternate, namun dirinya tidak sepakat kalau disebut Program Walikota Ternate yang biasa disapa H. Bur itu.

“Proyek ini tidak bisa dibilang programnya Haji Burhan Abdulrahman, tetapi program Pemerintah Kota Ternate yang disetujui DPRD. Ini program berkelanjutan, sehingga tidak bisa kita bilang ini milik si A atau milik si B, tidak bisa seperti itu, yang jelas tujuan dari proyek Multiyers tersebut untuk membuka Kawasan Ekonomi Baru tutup Risval. (Sam)

Pos terkait