Tempat Karantina Penuh, Pemkot Ternate Siapkan Skema Isolasi Mandiri di Rumah

  • Whatsapp
Walikota Ternate Burhan Abdurahman (foto: Samsudin/Haliyora.com)

Ternate, Haliyora.com

Gugus Tugas Covid-19 Kota Ternate saat ini mulai berfikir untuk menyediakan tambahan tempat karantina. Pasalnya dua tempat karantina yakni di Hotel Vellya dan Hotel Dragon sudah penuh terisi.

Bacaan Lainnya

Hal itu sampaikan Kepala Bidang Operasi Tim Gugus Tugas Kota Ternate Mochammad Arif Gani.

Kata dia, pihaknya berupaya mencari tempat karantina yang tersentral. Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) merupakan salah satu tempat yang dianggap cocok. Namun belum dipastikan. “ Kalau kita dapat BLK, maka kita isolasi di tempat itu. Mudah-mudahan ada solusi di situ,”harapnya.

Ada satu skema yang sementara dipikirkan untuk diterapkan yakni karantina mandiri di rumah. “Saat ini kami sedang berupaya mencari tempat karantina. Kalau mememang belum dapat tempat, maka ada satu skema yang mau kita lakukan yaitu karantina mandiri di rumah,”ujar Arif.

Arif menjelaskan, kalaupun skema karantina mandiri di rumah dilakukan, maka Gugus Tugas harus melakukan pendampingan di wilayah yang dianggap rawan. Rumah tempat pasien yang menjalani karantina harus diterapkan protokol Covid-19. Kamarnya harus terpisah dengan penghuni rumah yang lain, pengawasan medis pun setiap saat dilakukan tim kesehatan Gugus Tugas setempat.

Ia menambahkan, 30 kamar di Hotel Dragon sudah terisi penuh dan memang itu di siapkan untuk pasien dengan status OTG. “ Tim medis dan keamanan juga tetap disitu, tetapi mereka sudah di pindahkan di zona Hijau atau lantai paling bawah, terpisah dengan pasien OTG dan mereka tetap bersiaga selama 24 jam,”pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Kota Ternate Burhan Abdurahman juga menyatakan hal yang sama, “tempat karantina yang disediakan oleh Tim Gugus Tugas kota Ternate untuk pasien reaktif sampai saat ini sudah terisi penuh dengan jumlah pasien sebanyak 32 orang,” kata Burhan.

Lanjut Burhan, Pemkot Ternate sudah melakukan pertemuan bersama tim gugus, salah satu solusi yang ditawarkan adalah melakukan isolasi mandiri di rumah bagi pasien yang reaktif saat rapid test, “kemarin kita sudah melakukan pertemuan dengan Tim gugus tugas dan ada pemikiran untuk melakukan isolasi mandiri di rumah saja bagi orang yang rapid tesnya reaktif, karena yang reaktif itu kan belum tentu positif, dan non reaktif juga belum positif, kalau tidak positif lebih baik diisolasi di rumah saja,” tutur Burhan.(Sam)

Pos terkait