Kisah Pilu Karyawan yang Di-PHK Imbas Pandemi Covid-19

- Editor

Jumat, 8 Mei 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ternate Haliyora.com

Dampak pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia dan juga khususnya di Provinsi Maluku Utara, telah melumpuhkan hampir seluruh sektor perekonomian. Akibatnya, sejumlah pelaku usaha dengan terpaksa mengistirahatkan (baca: merumahkan) sebagian karyawannya bahkan ada yang di-PHK (diberhentikan) dengan atau tanpa pesangon.


Penelusuran Haliyora.com untuk di Kota Ternate saja, sejumlah pelaku usaha pun melakukan hal yang sama. Terpaksa menghentikan aktivitas dan imbasnya karyawan mereka dirumahkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salim, salah satu karyawan mengalami hal itu. Saat ditemui Haliyora.com, ia mengakui dirumahkan dari tempat kerja mereka bersama beberapa temannya. Memiliki istri dan punya satu anak, Salim bersama keluarga tinggal di kelurahan Takoma, tepatnya samping kiri eks kantor PT Barito.

“Saya termasuk tujuh orang yang dirumahkan,” ungkap Salim mengawali ceritanya di sebuah rumah papan sempit bekas mes pekerja bangunan.

Awalnya, Salim yang bekerja sebagai pelayan di sebuah mall ternama di Kota Ternate, bersama rekannya mereka dirumahkan selama empat bulan. Gaji pokok dipotong tinggal 30 persen. Itupun belum dibayar sampai sekarang. 

BACA JUGA  Dirkrimsus Polda Malut Janji Beri Kepastian Hukum Semua Kasus yang Ditangani

“Kalau dibayar pun, dengan potongan sebesar itu, saya tidak bisa menutupi kebutuhan keluarga,” ujarnya terenyuh.

Setelah dirumahkan, demi menafkahi keluarganya, Salim beralih menjadi tukang ojek untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. “Untuk mencari uang makan, sekarang ini saya baojek,” tuturnya salim.

Dengan hasil ojek yang tidak seberapa ditambah susah mendapat penumpang, tentunya belum mencukupi kebutuhan pokok yang mahal. “Sehari paling dapat Rp 30-40 ribu. Padahal harga kebutuhan sehari-hari sudah mahal,” keluhnya.

Toh, sepeda motor yang dipakai untuk ngojek pun juga masih cicil. “Tiap bulan harus bayar cicilannya mencapai ratusan ribu,” lanjut Salim.

Untuk menutupi cicilan, Salim bahkan terpaksa menjual televisi untuk bayar cicilan motor karena mengharapkan gaji yang sudah dipotong itu belum juga dibayar. “Dijanjikan akan dibayar pada 5 Mei, tapi hingga kini belum juga dibayarkan,” papasnya.

BACA JUGA  Update Covid-19 Malut Per 3 Juni : Tambahan 2 Orang Positif, 1 Pasien Positif Asal Haltim Meninggal Dunia

Yang menyedihkan, katanya lagi, dirinya mendapat sms dari pimpinannya, bahwa gaji sudah tidak bisa dibayarkan lagi karena tidak ada uang. “Membaca sms itu saya menangis, karena saya sangat mengharapkan gaji itu untuk persiapan bayar zakat,” keluhnya.

meski sedang ditimpa kesulitan, Salim bertekad tidak lagi berharap dengan gaji yang sudah tidak seberapa itu. “Sekarang ini saya pasrah saja. Dan berdoa mudah-mudahan Allah memberikan rejeki lewat jalan lain. Dan mudah-mudahan wabah virus corona ini cepat selesai,” pungkasnya.

Demikian sekelumit cerita Salim, karyawan mall yang dirumahkan bersama enam karyawan lainnya. Mungkin saja masih banyak Salim-salim lain diluar sana yang juga mengalami hal yang sama di tengah deraan virus berbahaya ini. (Viko)

Berita Terkait

Gegara Ini, Satu Pimpinan OPD di Tikep dan Pentolan Organisasi Sayap PKB Malut Bakal Dipolisikan
Kejati Tegaskan Serius Usut Dugaan Korupsi Dana OPS DPRD Malut
Kasus Korupsi Proyek Isda, Mantan Bupati Taliabu Aliong Mus Diperiksa 8 Jam
Kuasa Hukum Korban Pengeroyokan di Musyawarah HIMPI Malut Desak Polisi Gelar Perkara
Kasus Dugaan Rudapaksa Mahasiswi di Ternate Tunggu Hasil Pemeriksaan Psikologi Korban
Jaksa Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Dugaan Korupsi OPS DPRD Malut
Kilas Balik Kasus Korupsi Mami yang Menjerat Eks Wagub Malut Al Yasin Ali
Kejati Malut Kembali Tetapkan Tersangka Baru di Kasus Korupsi ISDA Taliabu
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 13:02 WIT

Gegara Ini, Satu Pimpinan OPD di Tikep dan Pentolan Organisasi Sayap PKB Malut Bakal Dipolisikan

Senin, 5 Januari 2026 - 21:08 WIT

Kejati Tegaskan Serius Usut Dugaan Korupsi Dana OPS DPRD Malut

Senin, 5 Januari 2026 - 20:23 WIT

Kasus Korupsi Proyek Isda, Mantan Bupati Taliabu Aliong Mus Diperiksa 8 Jam

Senin, 22 Desember 2025 - 13:03 WIT

Kuasa Hukum Korban Pengeroyokan di Musyawarah HIMPI Malut Desak Polisi Gelar Perkara

Senin, 15 Desember 2025 - 17:14 WIT

Kasus Dugaan Rudapaksa Mahasiswi di Ternate Tunggu Hasil Pemeriksaan Psikologi Korban

Berita Terbaru

Sekkot Ternate, Rizal Marsaloy.

Headline

Jelang Audit BPK, Sekkot Ternate Minta OPD Proaktif

Kamis, 15 Jan 2026 - 20:26 WIT

error: Konten diproteksi !!