Kelurahan Dapat Dana Lelah dan Operasional dari Pemkot Ternate

  • Whatsapp

Ternate, Haliyora.com

Kucuran dana Covid-19 di Kota Ternate sudah mulai menembus level Gugus Tugas kelurahan. Ini dapat diketahui dari hasil Penelusuran Haliyora.com pada, Rabu (06/05/2020) di tiga kelurahan.

Bacaan Lainnya

Tiga kelurahan tersebut adalah Bastiong Talangame, Kalumpang dan Tanah Tinggi Barat, masing-masing dijatahi Rp 12 juta.

Uang 12 juta itu untuk dua pos belanja yakni dana operasional sebesar Rp 5 juta dan uang lelah Rp 7 juta untuk 10 orang personil gugus tugas. Dana tersebut diberikan langsung oleh Gugus Tugas Kota Ternate dua minggu lalu.

“Alhamdulillah sejak dua Minggu yang lalu, tepatnya tanggal 21 April di kantor walikota kami diberikan uang lelah sama uang Operasional. Uang lelah Rp 7.000.000 dan operasional Rp 5.000.000 untuk satgas. Jadi uang lelah itu dibagi untuk sepuluh orang anggota satgas,” ungkap lurah Bastiong Talangame, Masdiana S Jafar kepada Haliyora.com, Rabu (06/05/2020) di kantornya.

Kata Masdiana, untuk uang lelah itu awalnya oleh pihak kelurahan mengusulkan 30 orang anggota Gustu (Gugus Tugas) namun pihak Gustu Kota hanya meminta 10 orang saja.

Meski realisasinya untuk 10 orang namun Masdiana yang juga ketua Gugus Tugas Kelurahan Bastiong Talangame akan meminta 10 orang penerima itu unutk membagikan uangnya kepada anggota Gustu lain.

“Saya sebagai Ketua Gugus Tugas meminta anggota yang menerima uang lelah itu untuk membagikan juga uangnya kepada anggota lain supaya adil,” imbuhnya.

Sedangkan, uang operasional akan digunakan untuk membuat tempat cuci tangan dan uang BBM personil Gustu serta uang makan.

Selain itu, sambung Masdiana, pihaknya juga telah terima 600 masker pada tanggal 19 April lalu yang kesemuanya dibagikan kepada warga di pasar Bastiong.

Terpisah, Lurah Kalumpang yang juga ketua Gugus Tugas, Mohtar Umasangaji mengatakan, pihaknya juga sudah menerima kucuran anggaran dari Gugus Tugas Kota Ternate bersama dengan sejumlah kelurahan lain.

“Kami ada dapat bantuan dari Gugus Tugas Kota Ternate dua minggu lalau sebesar 12 juta terbagi dalam dua kategori yakni uang lelah tujuh (7) juta dan uang operasional Gustu lima (5) juta,” ungkap Mochtar.

“Uang lelah di berikan untuk 10 anggota satgas dan uang operasional digunakan untuk buat tempat cuci tangan serta buat kopi dan makanan bagi para petugas penjaga malam.,” sambung Mochtar dalam percakapan dengan Haliyora.com via telpon, Rabu (06/05/2020).

Untuk Alat Pelindung Diri (APD) Mochtar mengaku sejauh ini belum dapat bantuan, baik dari Gustu Kota maupun Kecamatan.

Meskipun begitu, kata dia, di kelurahan Kalumpang sendiri ada kreativitas dari ibu PKK yang membuat masker berbahan kain yang dalam seminggu bisa mencapai 700 masker.

“Jadi walaupun kami tidak belum dapat bantuan pun kami tidak hawatir karena ada ibu-ibu kami di sini yang pintar-pintar,”ujarnya bangga.

Di Kelurahan Tanah Tinggi Barat juga sudah mendapat bantuan dana dari Gustu Kota Ternate dalam jumlah yang sama dengan dua kelurahan yang lain.

Hal itu disampaikan sendiri Lurahnya, Rosida yang juga Ketua Gustu setempat kepada Haliyora.com via telpon, Rabu (06/05/2020).

“Alhamdulillah kami terima bantuan dana dari Gustu Kota Ternate sebesar 12 juta. Uang 12 juta ini di dalamnya ada uang lelah dan uang operasional. Uang lelah Rp 7.000.000 dan uang operasional Rp 5.000.000,” terangnya.

Rosida menjelaskan uang lelah di peruntukan untuk 10 anggota satgas kelurahan dan uang operasional di pergunakan untuk membuat tempat cuci tangan, menutup utang Gustu kelurahan dalam kegiatan penyemprotan di kelurahannya.

“Uang operasional itu, selain kami gunakan untuk pembuatan cuci tangan dan uang makan, juga kami ambil sedikit untuk bayar sedikit hutang kami yang belum terbayar pada waktu kami laukukan penyemprotan minggu lalu. Jadi uang operasional ini kami ambil sedikit untuk menutupi utang-utang kami, selain itu uang ini akan di gunakan untuk kegiatan-kegiatan lain dalam kelurahan,”ujar Rosida.

Rosida juga mengaku telah menerima bantuan 50 masker dari Gustu Kota serta 100 masker dari Lembaga Penanggulangan Bencana Perubahan Iklim (LPBI) NU Maluku Utara. (Riko)

Pos terkait