AKBP Azhari Juanda, Sosok Polisi Rendah Hati, Terkesan dengan Budaya Moloku Kie Raha

  • Whatsapp

Ternate, Haliyora.com

Kepala kepolisian Resor (Kapolres) Ternate Berganti.

Bacaan Lainnya

Pergantian itu menyusul adanya surat telegram Bernomor ST/1382/V/KEP./2020 dari Markas Besar (Mabes) Polri. Surat tertanggal 01 Mei itu disebutkan, AKBP Azhari Juanda yang merupakan Kapolres Ternate diangkat menjadi Wakil Direktur Polisi Perairan dan Udara (Wadirpolariud) Polda Daerah Istimewa Yogyakarta.

AKBP Azhari Juanda yang akan meninggalkan Kota Ternate merasa sudah sangat menyatu dengan masyarakat Maluku Utara, khususnya Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan. Ia punya kesan mendalam terhadap masyarakat di dua daerah ini.

Kepada Haliyora.com, Sabtu (02/05/202) AKBP Azhari Zuanda mengatakan, pertama kali menginjakkan kaki di tanah Kesultanan Moloku Kue Raha ini sejak 2017.

Saat itu dirinya diberi amanah sebagai Kapolres Kota Tidore Kepulauan.

Selama satu tahun menjabat Kapolres Tikep, kemudian digeser ke Ternate dengan jabatan yang sama yakni Kapolres Ternate sejak tahun 2018 hingga sekarang.

Azhari mengatakan, selama kurang lebih tiga tahun berada di Ternate dan bertugas di Tidore dan Ternate, dirinya punya banyak kesan yang sulit dilupakan.

Pengalaman yang paling berkesan adalah sifat dan karakter orang Maluku Utara, terutama masyarakat Ternate dan Tidore.

Katanya, Masyarakat di daerah ini sangat welcome terhadap tamu dan sangat ramah.

“Cara mereka menghormati tamu itu menurut saya sangat luar biasa. Saya pribadi menaruh hormat yang sangat tinggi atas sikap prilaku serta karakter seperti itu. Saya pikir hal inilah yang di ajarkan leluhur kita, bagaimana kita saling menghormati satu sama lain, menghargai satu sama lain,” ujar Azhari

AKBP Azhari Juanda adalah sosok pemimpin yang rendah hati. Ia tidak mau menyebut keberhasilan yang ia lakukan selama bertugas, apalagi membanggakan diri.

Dirinya bahkan merasa belum berbuat sesuatu yang luar biasa untuk daerah ini, walau sudah tiga tahun lebih memimpin kepolisian di dua daerah yang berbeda.

“Saya merasa belum berbuat maksimal, belum melakukan sesuatu yang luar biasa dalam melayani dan melindungi masyarakat Maluku Utara, terutama di Ternate maupun Tidore,”ujarnya merendah.

Azhari Berharap, penggantinya nanti akan memperbaiki dan menambah bahkan menyempurnakan apa yang masih kurang yang ia tinggalkan.

Dirinya juga menyadari kekurangannya sebagai manusia biasa yang tidak luput dari salah dan khilaf.

Olehnya, mantan Kapolres Tikep dan Ternate itu meminta maaf kepada seluruh masyarakat Maluku Utara, khususnya masyarakat Tikep dan Ternate, sembari memohon untuk dido’akan agar diberi kekuatan dan kempuam menjalankan tugas negara di tempat yang baru.

“Atas nama pribadi dan keluarga mohon pamit dan kami mohon maaf jika ada kesalahan dan kekhilafan yang disengaja atau tidak disengaja. Saya juga mohon do’a dari saudara-daudara saya masyarakat Ternate maupun Tidore, semoga saya dapat melaksakan tugas dengan baik di daerah yang baru. Sekali lagi saya katakan bahwa saya tidak akan melupakan Ternate dan Tidore bahkan Maluku Utara,” imbuhnya. (Rico)

Pos terkait