Insentif Tenaga Medis Corona di Malut Belum Jelas

  • Whatsapp

Ternate, Haliyora.com

Tim medis RSUD Chasan Boesorie sesalkan sikap Direktur RSUD Chasan Boesorie Ternate yang tak kunjung merealisasikan janjinya untuk membayar panjar insentif Tenaga medis Covid-19. Hal ini di ungkapkan salah satu Tenaga medis yang enggan menyebut namanya kepada Haliyora.com Selasa, 14 April 2020.

Bacaan Lainnya

“Kita dijanjikan untuk diberi panjar oleh Direktur, akan tetapi sampai sejauh ini panjar belum ada tanda-tandanya “,ungkapnya

Dirinya mengaku tidak tau pasti berapa besar insentif yang akan diberikan. Ia mengaku hanya mendengar informasi dari pidato presiden terkait insentif tenaga medis Covid-19 sebesar 5-15 juta.

“Saya tidak tau pasti berapa besar insentif itu, tapi informasi yang saya dengar, katanya presiden bilang 5-15 juta”, kata dia.

Ia juga mendesak pemerintah provinsi Maluku Utara (Pemprov) Malut untuk segera merealisasikan insentif tersebut.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) provinsi Maluku Utara Bambang Hermawan, Saat di temui sejumlah wartawan pada Selasa, (14/04/2020) Mengatakan Pemprov Malut sedang merealokasi anggaran sebesar 148 milyar untuk penanganan Covid-19 yang di dalamnya termasuk insentif Tenaga medis RSUD Chasan Boesorie.

“Ada beberapa yang belum dimasukan, salah satunya Operasional Tenaga medis, karena ini harus lewat penetapan” Tutupnya.

Untuk di ketahui, Sebanyak 32 orang Tenaga Medis yang beraktifitas melayani pasien Covid-19, yang terbagi dari dua Tim yakni Tim satu dan Tim dua.

Tim satu sebanyak 16 orang dan Tim dua 16 orang. Tim 1 telah selesai melaksanakan tugas pelayananya, dan sekarang dilanjutkan oleh Tim 2. (Andre)

Pos terkait