Harga Ikan di Ternate Melonjak Naik

  • Whatsapp

Ternate, Haliyora.com

Harga ikan di Ternate saat ini lagi mahal. Itu yang dikeluhkaan warga. Ada yang bilang gara-gara corona. Benarkah ? Cek saja di pasar.

Bacaan Lainnya

Pantauan Haliiora.com di pasar ikan Dufa-dufa, Ternate Utara pada, jumat (10/04), harga ikan memang naik. begitu pula di pasar ikan Bastiong, Ternate Selatan.

Dua tempat tersebut sengaja Haliyora datangi, karena di pasar itu pusat pendaratan dan pemasaran ikan.

Semua pejual ikan awalnya harus membeli ikan di dua tempat itu yang memang berlokasi di tepi pelabuhan pendaratan ikan. Para penjual ikan eceran membeli ikan di kapal nelayan kemudian dijual kembali di pasar.

Haliyora.com pun mengecek harga ikan langsung ke beberapa penjual ikan di sana.

Ibu Rukiyah (bukan nama sebenarnya, red), penjual ikan di pasar Dufa-dufa mengatakan sekarang harga ikan lagi naik. Untuk jenis Cakalang, ia beli di kapal nelayan 2,2 juta/100 kg. sebelumnya biasa dibeli dengan harga 1.600 ribu/100 kg. sedangkan untuk jenis komo dan sorihi 1,2 juga/100 kg yang sebelumnya hanya 900 ribu/100kg.

Harga yang sama berlaku di pasar ikan Bastiong. Itu dijelaskan oleh penjual di pasar.

Sementara harga encerannya, tetap 10.000 – 20.000, namun jumlah ikannya dikurangi. Tidak seperti saat harga ikan masih murah. Sehingga kadang tidak terasa oleh pembeli.

Ketika disinggung soal corona, mereka kompak mengatakan tidak ada pengaruh antara harga ikan dengan wabah virus corona saat ini. Baik ibu Rukiyah di maupun penjual ikan di Bastiong menepis isu ikan mahal karena wabah corona.

Kata mereka, harga ikan naik karena saat ini lagi bulan terang bukan musim ikan, sehingga nelayan kurang melaut.

“Memang ikan lagi mahal, tapi bukan karena corona. Ini karena bulan tarang kong kapal-kapal tara turun mangael”, kata Ibu Rukiyah.

Jawaban yang sama di sampaikan Marwah, penjual ikan di Pasar Bastiong. Katanya, hasil tangkapan nelayan sangat berkurang karena masih bulan terang. Bulan terang katanya bukan musim ikan.

“Karena dorang kurang dapa ikang maka dong jual mahal, bukan Karena corona”, ujar Marwah. (Vik)

Pos terkait