Jembatan Ake Buton Rampung Tahun Ini

  • Whatsapp
Santrani MS Abusama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Malut (foto: Istimewa/Facebook.com)

Ternate, Haliyora.com
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) berkomitmen mewujudkan visi dan program Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Hal itu ditunjukkan melalui kinerja dinas yang cepat dan tepat waktu. Tak heran jika Dinas yang dipimpin Santrani MS Abusama, ST. M.Si itu selalu tercepat dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugasnya.

Bacaan Lainnya

Terbukti PUPR mendapat apresiasi dari KPPN Ternate sebagai SKPD terbaik dan tercepat dalam pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2019 pada lingkup Pemda Malut. Dinas PUPR juga satu-satunya SKPD yang telah selesai melakukan proses perencanaan dan pelelangan proyek tahun anggaran 2020, bahkan mulai melaksanakan tender.

Salah satu proyek yang telah selesai ditenderkan adalah proyek pembangunan Jembatan Ake Buton Laiwui, kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan. CV. Adyah Karya menjadi pemenang tender. Proyek dengan nama paket

“Pembangunan Jembatan Ake Buton Ruas Jalan Laiwui – Jikotamo – Anggai
( Rangka Baja ) Tahap II” dengn bentangan 60 meter itu dianggarkan sebesar Rp 6.459.500.000,00 (6 M) bersumber dari APBD 2020. Waktu pelaksananaan proyek ditetapkan selama 180 hari kerja.

“Sudah selesai ditenderkan dan Insya Allah bulan Maret sudah mulai aktion”, terang Santrani kepada Haliyora.com. Jum’at (28/02/2020) di kantornya.

Santrani berharap, masyarakat Obi, khususnya masyarakat desa Laiwui dan kampung Buton turut mengawasi pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut.

“Saya berharap masyarakat Obi, khususnya desa Laiwui dan kampong Buton untuk ikut mengawasi pembanguna Jembatan tersebut”, imbuh Santrani

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk kegiatan pembangunan Jembatan Ake Buton, Risman iriyanto djafar ST. MT saat dihubungi Haliyora.Com Sabtu (29/2) menegaskan, proses tender sudah selesai dan dimenangkan oleh CV Adyah Karya dengan masa kerja 180 hari kalender.

“Iya, tahapan tender sudah selesai, CV Adyah Karya sebagai pemenang tender, bulan Maret sudah action lapangan dengan masa kerja 180 hari, dan tahun ini jembatan ini tuntas diselesaikan,” tutup Risman mengakhiri. (Red)

Pos terkait