TERNATE, HALIYORA.COM
Pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tahun 2020 berbeda dengan tahun lalu. Jika tahun sebelumnya soal-soal ujian sekolah di susun oleh Dinas pendidikan setempat, maka untuk tahun 2020 ini soal-soal tersebut di susun oleh guru bidang studi di masing-masing sekolah.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Saleh Abubakar kepada Haliyora.com, pada Rabu (5/02/2020), menjelaskan, berdasarkan Permendikbud nomor 43 tahun 2019 yang menyebutkan bahwa, kewenangan penyelenggara Ujian Sekolah di kembalikan kepada Sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Itu artinya masing-masing sekolah dapat menyusun soal ujiannya sendiri- sendiri. Hanya saja, kita di kota Ternate ini bersepakat untuk menyusun bersama”, terang Saleh.
Saleh mengatakan, nantinya seluruh SMA di Kota Ternate mengutus guru mata pelajaran untuk menyusun soal ujian Sekolah.
“Penyusunan soal-soal ujian untuk USBN 2020 rencananya di lakukan pada tanggal 16 Maret 2020, di pusatkan di SMA Negeri 3 Kota Ternate”, terang Saleh.
Alasan di balik pemusatan penyusunan soal dengan melibatkan perwakilan guru mata pelajaran masing-masing SMA tersebut karena ada kategori SMA Besar, SMA Menengah dan SMA Kecil.
“Kesiapan masing-masing sekolah berbeda, ada sekolah besar, menengah, dan kecil, dan apabila masing-masing melakukan penyusunan soal, maka sekolah kecilnya kesulitan. Ini yang menjadi pertimbangan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), sehingga dalam rapat kemarin di putuskan masing-masing sekolah mengirim utusannya untuk bersama-sama menyusun soal “,ujar Saleh.
Terkait referensi yang akan di jadikan rujukan dalam penyusunan soal, Saleh mengatakan, MGMP memiliki bank soal yang dapat di jadikan referensi. Para guru mata pelajaran juga membawa soal-soal dan di lakukan penyusunan serta mengedit kembali, lalu ada master soalnya, setelah itu baru di distribusikan ke masing-masing sekolah,” terangnya
Sementara, ketika di singgung tentang jaminan keamanan atas kemungkinan soal ujian jatuh ke tangan pihak lain sebelum ujian (soal bocor, red), Saleh menjamin 99 % aman. Selebihnya tergantung integritas penyusun soal dan pihak-pihak terkait lainnya. Untuk integritas penyusun soal, menurut Saleh tidak perlu di ragukan lagi, karena mereka sudah terpilih melalui seleksi internal Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)
“Kami jamin 99 % aman, karena para guru mata pelajaran yang di tunjuk itu sudah di seleksi MGMP. Tapi jika ada kebocoran soal dan itu terbukti, maka dia mencoreng integritasnya sendiri dan pasti merugikan dirinya, karena di pastikan yang bersangkutan tidak akan di pakai lagi kedepan”, tutup Saleh. (BB).








