Sebuah Catatan: Ko Syam, Gagasan dan Karyanya

- Editor

Minggu, 26 Januari 2020 - 22:34 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alhamrhun Drs. Hi. Syamsir Andili semasa hidup dalam sebuah momentum acara kepemudaan di Kota Ternate. Foto: Istimewa (Facebook.com)

Alhamrhun Drs. Hi. Syamsir Andili semasa hidup dalam sebuah momentum acara kepemudaan di Kota Ternate. Foto: Istimewa (Facebook.com)

Ternate, Haliyora.com

Wafatnya mantan Walikota Ternate Hi. Samsir Andili (Ko Sam) menyisakan duka mendalam. Masyarakat Maluku Utara, khususnya Kota Ternate merasa kehilangan seorang tokoh panutan. Ko Syam memang telah pergi, dipanggil pulang ke khadirat Sang Khaliq. Namun almarhum meninggalkan gagasan dan karya-karya besar sebagai hadiah sekaligus amal jariyah beliau untuk rakyat di daerah ini.

Mengungkap hasil karya dan gagasan brilian almarhum Ko Syam, rasanya tak cukup termuat di halaman kertas. Jasa, gagasan pemikiran dan karya beliau telah tertuang di bentangan kehidupan nyata yang dapat dirasakan dan dinikmati masyarakat selamanya.Sebagai pemimpin, Ko Syam dikenal merakyat. Beliau selalu lebih dulu menyapa kepada siapa saja yang ditemui maupun menemuinya. Ko Syam juga adalah pemimpin yang tidak suka menyalahkan orang lain, meski kepada bawahannya sendiri. Ko Sam lebih suka berdiskusi, terbuka menerima saran dan pendapat, sekalipun itu dari bawahannya. Bahkan, Ko Sam sering bilang, “Pemimpin itu jangan merasa pintar, tapi harus pintar merasa”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertengahan 2003, sebuah siang yang panas
Ko mengajak saya ke timbunan tanah dan batu batu besar yang masih…

Dikirim oleh Asghar Saleh II pada Jumat, 24 Januari 2020

Ketika menjabat Walikota Ternate, Ko Syam ingin melihat Ternate sebagai tuan rumah bagi semua orang. Setiap orang harus merasa nyaman dan aman tinggal di kota ini. Itulah mengapa ketika terjadi sosial konflik tahun 1999 dan masyarakat non muslim meninggalkan Ternate ke Sulawesi Utara, Ko Syam pergi menjemput mereka untuk kembali sambil menghimbau ummat Islam untuk tidak menciptakan konflik lagi. Kala itu, Ko Sam lantas mencetuskan semboyan, “Persaudaraan Sejati”. Tak cukup sampai di situ, di awal periode pertama kepemimpinannya, semboyan “Ternate Kota madani” dimunculkan yang kemudian dielaborasi menjadi “Makugawene”.Kembali ke Ternate, usai menjalankan tugas sebagai anggota DPRD Maluku pada tahun 1996, Ko Syam bersama Walikota Administratif Tidore, Bahar Andili yang juga kakak kandungnya, menggagas percepatan pemekaran Kota Administratif Ternate menjadi daerah otonom. Akhirnya, pada tahun 1999 Kota Ternate mekar, dan Ko Syam dilantik sebagai Walikota pemekaran pertama, kemudian terpilih kembali di periode kedua.Beberapa gagasan dan karya Ko Syam yang dapat dinikmati masyarakat sekarang ini yakni; pertama, berhasil memperjuangkan Kota Ternate dari berstatus adminstratif menjadi Daerah Otonom Baru (DOB). Kedua, bangun kawasan bisnis dalam wujud pembangunan Tapak 1, 2 dan 3 termasuk tapak Kota Baru-Bastiong. Ketiga, Membangun Masjid Raya Al-Munawwarah di Tapak 1 sekaligus dijadikan icon Kota Ternate. Keempat, Menggagas pembangunan jalan lingkar Moti, Hiri dan Batang Dua.

BACA JUGA  Tak Penuhi Syarat, Kepala Kejati Malut Gagal Divaksin

Falsafah pembangunan yang Almarhum usung adalah; “Membangun Kota dengan Hati dan Rasa. Serta Jangan merasa Pintar, tapi Pintar Merasa”.

Demikian Asgar Saleh, politisi muda yang mengaku punya hubungan dekat dengan almarhum Ko Sam. Ia menceritakan sekelumit pengenalan dan pengalamannya bersama Almarhum Ko Sam kepada Haliyora, pada Jumat (24/01/2020) malam di rumah Duka, BTN Ternate.

BACA JUGA  Seorang Balita Hilang Saat Kecelakaan Laut di Tanjung Jere

“Saya mungkin termasuk salah satu yang punya hubungan paling dekat dengan Almarhum. Hampir setiap hari berkomunikasi, baik secara langsung maupun lewat telepon,” tutup Asgar. (Sam)

Berita Terkait

Kurang Alat Bukti, Satu Kasus Dugaan Pelanggaran Pemilu Dilimpahkan ke Pemda Morotai
Tega, Oknum Guru MTS di Halsel Diduga Pukul Siswanya Hingga Babak Belur
Diduga Terlibat Korupsi, KPK Diminta Periksa Bupati Taliabu Aliong Mus
Selain Windi, Ada Perempuan Lain yang Disebut di Sidang Kasus Suap AGK
AGK Akui Minta Dinas PUPR dan BPBJ Atur Menangkan Kian di Proyek Halut
Saksi Akui Terdakwa Stevi Sering Minta Foto Selfie dengan AGK
Pj Kades Maluli di Taliabu Diduga Potong BLT Warga
Polres Morotai Lidik Kasus Penimbunan Mitan Subsidi di Darame
Berita ini 167 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 April 2024 - 15:23 WIT

Tertibkan Baliho Ucapan Idul Fitri Hingga Lapak Liar, Kasatpol PP Ternate Tegaskan Ini

Senin, 22 April 2024 - 15:05 WIT

Petahana Optimis Kantongi Rekomendasi Demokrat di Pilbup Sula

Senin, 22 April 2024 - 14:00 WIT

Maju Pilbup Halsel AHD Incar 10 Parpol, Intip Profilnya

Minggu, 21 April 2024 - 20:09 WIT

Marlina Buamona Bacabup Pertama yang Kembalikan Berkas ke Demokrat

Minggu, 21 April 2024 - 18:58 WIT

Dicap Kader Wantex, Peluang Petahana Fifian Mus di PDIP Makin Tipis

Minggu, 21 April 2024 - 14:29 WIT

Kota Ternate Jadi Tuan Rumah Kampanye ‘Lawan Obesitas’

Minggu, 21 April 2024 - 14:03 WIT

2 Tahun Dikerjakan, Proyek Misterius di Pulau Dodola Mangkrak

Minggu, 21 April 2024 - 13:07 WIT

Diduga Korsleting Listrik, Kantor Bupati Pertama Halsel Ludes Dilalap Api

Berita Terbaru

LO dari Petahana Fifian Adeningsih Mus kembalikan formulir pendaftaran penjaringan Balon Bupati Sula ke DPC Partai Demokrat.

Headline

Petahana Optimis Kantongi Rekomendasi Demokrat di Pilbup Sula

Senin, 22 Apr 2024 - 15:05 WIT

Headline

Maju Pilbup Halsel AHD Incar 10 Parpol, Intip Profilnya

Senin, 22 Apr 2024 - 14:00 WIT

error: Konten diproteksi !!