Komisi III Nilai BPJS Kota Ternate Tidak Serius Layani Masyarakat

- Editor

Kamis, 23 Januari 2020 - 09:59 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE, HALIYORA – Komisi III DPRD kota Ternate gelar Rapat Dengar Pendapat pada Rabu (22-01-2020).

Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III bersama BPJS Kota Ternate tersebut digelar tertutup dan dipimpin langsung Ketua Komisi, Anas Malik.

Nampak hadir, Kepala BPJS Kesehatan Kota Ternate, Revien Virlandra dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Khomsan Hidayat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Agenda Rapat Dengar Pendapat itu adalah seputar kinerja BPJS. Usai rapat, kedua piminan BPJS langsung keluar menuju kendaraannya untuk pulang.
Meski awak media sempat menghadang meminta keterangan seputar hasil RDP, namun keduanya berlalu tanpa kata-kata.

Sama seperti dua pimpinan BPJS, Ketua Komisi III, DPRD Kota Ternate, Anas Malik juga enggan menanggapi pertanyaan wartawan. Ia malah menyuruh wartawan bertanya kepada Nurlela, salah satu anggota Komisi III. “Tanya saja ke Ibu Nurlela”, elak Anas.

Aksi bungkam dua pimpinan BPJS dan Ketua Komisi III sempat mengundang tanya dibenak pemburu warta. Beruntung masih ada Nurlela, salah satu anggota Komisi III yang mau membagi informasi seputar hasil RDP.

BACA JUGA  Pemda Morotai Distribusi Hewan Kurban di 39 Desa

Kepada wartawan Nurlela menjelaskan, dalam Rapat Dengar Pendapat tersebut, Komisi III menyoroti kinerja BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan.

Komisi III menilai pelayanan kedua badan tersebut lamban, bahkan terkesan sering mempersulit urusan terkait proses klaim BPJS.

Penilaian Komisi III terhadap kinerja BPJS yang dirasakan kurang memuaskan tersebut bukan tanpa alasan. Seringnya mendengar keluhan peserta BPJS yang kesulitan mengurus klaim BPJS, terutama BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan tidak maksimalnya pelayanan.

Kasus korban meninggal yang menimpa dua tenaga kerja kebersihan (penyapu jalan dan pengangkut sampah, red) yang oleh ahli waris mereka merasa dipersulit ketika mengurus klaim BPJS korban, dipandang Nurlela sebagai bukti ketidakseriusan BPJS dalam melayani masyarakat.

Padahal, kata Nurlela, kejadian tersebut sudah sejak November tahun lalu, namun hingga sekarang tidak tercover.
Seharusnya, sambung Nurlela, BPJS membayar kepada mereka masing-masing sekitar Rp 30 juta yang diterima oleh ahli warisnya.

BACA JUGA  OPD Dituding Penyebab PAD Kota Ternate Tak Capai Target

“Musibah yang menyebabkan dua tenaga kerja kebersihan meninggal itu sejak November lalu. Namun hingga sekarang tidak tercover. Mestinya pihak BPJS segera membayar klaim mereka masing-masing sekita Rp 30 juta. Tetapi, prosesnya terkesan dipersulit, saat ahli waris korban mengurusnya. Untuk itu Komisi III mendesak kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan segera menyelesaikannya”, Ujar Nurlela.

Komisi III juga meminta BPJS Kesehatan untuk membenahi pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya masyarakat Kota Ternate.

Menurut Nurlela, semua pemegang hak BPJS, apapun sifatnya, ketika mengajukan klaim harus dilayani secara baik, jangan dipersulit.

Nurlela mengatakan, dalam Rapat Dengar Pendapat tersebut, pihak BPJS Ketenagakerjaan tidak menyiapkan data terkait jumlah total tenaga kerja yang telah membayar premi.

“Dalam waktu dekat kami akan turun cek langsung ke kantor BPJS, karena dalam rapat tadi pihak BPJS tidak menyiapkan data”, tegas politisi Nasdem itu. (Ical)

 

Berita Terkait

Baru 4 OPD di Pemprov Malut yang Ajukan RUP ke Portal Lelang
Pembayaran TPP ASN di Sula Tunggu Rekomendasi Mendagri
Plt Gubernur Malut Tegaskan tak Ikuti Perintah Dirjen Otda
Pemprov Malut Tanggapi Dingin Surat Kemendagri
Realisasi APBD Sula Tahun 2023 Capai 98,3 Persen
Usulan Kadis PUPR Morotai Definitif Terganjal Pertek
Mendagri Minta Plt Gubernur Malut Kembalikan Samsuddin ke Jabatan Sekda
Formasi PPPK Tahun Ini Untuk Kota Ternate Belum Diinput
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 April 2024 - 20:28 WIT

Pasca Idul Fitri, Inflasi Diproyeksi Tembus 3,6 Persen

Jumat, 12 April 2024 - 19:58 WIT

Asik ! Sekda Halsel Ajak Kades Pulau Makian Joget 100 Juta di Pantai Powate 

Minggu, 7 April 2024 - 22:16 WIT

Harga Rica dan Tomat di Sula Merangkak Naik H-2 Lebaran

Sabtu, 6 April 2024 - 22:27 WIT

Ela-ela, Tradisi Malam Lailatul Qadar di Keraton Kesultanan Ternate

Sabtu, 6 April 2024 - 22:10 WIT

Pj Kades Maluli di Taliabu Diduga Potong BLT Warga

Sabtu, 6 April 2024 - 22:02 WIT

Polres Morotai Lidik Kasus Penimbunan Mitan Subsidi di Darame

Jumat, 5 April 2024 - 21:05 WIT

Buka Musrembang, Bupati Halsel : Proyeksi Pembangunan Infrastruktur Pakai 4 Metode Ini

Jumat, 5 April 2024 - 17:34 WIT

Dapat Dukungan Gerindra, Mislan Syarif Siap Calon Bupati Taliabu

Berita Terbaru

Ilustrasi Inflasi

Ekobis

Pasca Idul Fitri, Inflasi Diproyeksi Tembus 3,6 Persen

Jumat, 12 Apr 2024 - 20:28 WIT

Pasar cabai dan tomat (foto ilustrasi)

Headline

Harga Rica dan Tomat di Sula Merangkak Naik H-2 Lebaran

Minggu, 7 Apr 2024 - 22:16 WIT

error: Konten diproteksi !!