Ketua MPW PP Malut Jadikan Pemuda Pancasila Sebagai Organisasi Yang Kuat dan Mandiri

  • Whatsapp

TERNATE, HALIYORA- Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Maluku Utara Santrani Abusama mengatakan, ingin menjadikan organisasi yang dipimpinnya menjadi organisasi yang mandiri.

Pemuda Pancasila, kata Santrani, harus tumbuh dan berkembang dari hasil usaha sendiri, ini disampaikan pada saat acara Peresmian Graha Pemuda Pancasila dan launching Badan Kekaryaan di kelurahan takoma, pada Selasa malam (21/01/2020).

Bacaan Lainnya

“Malam ini saya mau laporkan kepada Pak Gubernur, bahwa Pemuda Pancasila ingin mandiri dengan usaha sendiri. Untuk itu, saya sangat mengharapkan bimbingan dan petunjuk serta arahan dari Pak Gubernur selaku Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) PP Maluku Utara”, harap Santrani.

Nampaknya Santrani sangat serius mewujudkan program kemandirian organisasi PP di Maluku Utara.
Empat Badan yang telah dilaunching mengarah pada terwujudnya kemandirian organisasi Pemuda Pancasila.

Bahkan, Santrani Abusama yang juga sebagai Kepala Dinas PUPR Provinsi Maluku Utara itu telah melakukan sejumlah langkah konkrit.
Ia mengaku telah melakukan komunikasi dan kerjasama dengan Bulog dan sejumlah Perusahaan Tambang di daerah ini.

Di perusahan tambang, Pemuda Pancasila diberi porsi menyuplai beberapa jenis kebutuhan sehari-hari perusahan seperti kue, telur, aqua dll. Ini nantinya akan ditangani oleh srikandi Pemuda Pancasila. Sedangkan di Bulog, Pemuda Pancasila akan mendapat porsi penjualan sembako.

“Itulah mengapa Koperasi dibentuk, langkah-langkah ini dilakukan agar setiap kader terberdayakan dan secara organisasi mandiri”, terang Santrani.

Demikian juga dengan pendirian Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pancasila, dengan keberadaan lembaga ini, maka pemuda pancasila akan memberikan akses bantuan hukum baik kepada kaders Pemuda Pancasila maupun masyarakat kurang mampu, ini dilakukan untuk menjawab kurangnya akses keadilan terhadap masyarakat kurang mampu dalam mencari keadilan.

“Jadi nantinya, jika ada masyarakat kurang mampu yang tersangkut masalah hukum, kita akan dampingi secara cuma-cuma”, tutup santrani.

Acara peresmian ini dihadiri Gubernur Maluku Utara KH Abdul Gani Kasuba, Bupati Halmahera Barat, Danny Missy dan Wadansat Brimob Jafar Sadik Zainal. (Red)

Pos terkait