Ingin Waterboom Move On, Ini Rencana HCW Malut

- Editor

Sabtu, 11 Januari 2020 - 17:21 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ternate, Haliyora

Kejaksaan Tinggi Maluku Utara telah menghentikan proses penyidikan beberapa kasus besar di Maluku Utara karena dinilai tidak cukup bukti. Beberapa diantaranya kasus Waterboom, pembangunan jalan Sayoang-Yaba dan pengadaan bibit jagung.

Penghentian ini dinilai tidak wajar oleh salah satu lembaga pegiat anti korupsi di Maluku Utara yakni Halmahera Corruption Watch (HCW) Maluku Utara. Pasalnya, penghentian penyidikan itu tanpa disertai penerbitan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan).

Menurut wakil direktur HCW, Rajak Idrus, penghentian penyidikan kasus tersebut sangat janggal. “Seharusnya penghentian ini didasari dengan penerbitan SP3. Jika ini tidak dilakukan, HCW menduga bahwa Kejati Malut menggantung nasib orang dengan menggantung kasus ini dalam ketidakpastian hukum,” ujar Rajak.

Wakil direktur HCW itu dengan tegas mengatakan akan menyambangi Kejaksaan Tinggi Maluku Utara guna mempertanyakan masalah ini. “Secara kelembagaan HCW akan mendatangi kejati Malut untuk melakukan sanding data dan sodorkan bukti baru (novum) terkait dengan kasus waterboom,” ungkap Rajak kepada Haliyora.com di hotel Boulevard , Jumat (11/01/ 2020).

BACA JUGA  Punya Hak Suara, Pemilih tak Waras bisa (ikut) Mencoblos

“Idealnya, Kejati harus menindaklanjuti dengan diterbitkannya Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP), dikarenakan dalam amar putusan tingkat pertama ada frasa ‘berlanjut’. Hal itu bisa dijadikan sebagai bukti petunjuk atau novum dalam pengembangan kasus waterboom,” tutup Jack, sapaan akrabnya. (Red)

Berita Terkait

Kurang Alat Bukti, Satu Kasus Dugaan Pelanggaran Pemilu Dilimpahkan ke Pemda Morotai
Tega, Oknum Guru MTS di Halsel Diduga Pukul Siswanya Hingga Babak Belur
Diduga Terlibat Korupsi, KPK Diminta Periksa Bupati Taliabu Aliong Mus
Selain Windi, Ada Perempuan Lain yang Disebut di Sidang Kasus Suap AGK
AGK Akui Minta Dinas PUPR dan BPBJ Atur Menangkan Kian di Proyek Halut
Saksi Akui Terdakwa Stevi Sering Minta Foto Selfie dengan AGK
Pj Kades Maluli di Taliabu Diduga Potong BLT Warga
Polres Morotai Lidik Kasus Penimbunan Mitan Subsidi di Darame
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 April 2024 - 15:05 WIT

Petahana Optimis Kantongi Rekomendasi Demokrat di Pilbup Sula

Senin, 22 April 2024 - 14:00 WIT

Maju Pilbup Halsel AHD Incar 10 Parpol, Intip Profilnya

Minggu, 21 April 2024 - 20:09 WIT

Marlina Buamona Bacabup Pertama yang Kembalikan Berkas ke Demokrat

Minggu, 21 April 2024 - 18:58 WIT

Dicap Kader Wantex, Peluang Petahana Fifian Mus di PDIP Makin Tipis

Minggu, 21 April 2024 - 18:18 WIT

PDIP Haltim Buka Pendaftaran Penjaringan Balon Cabup dan Cawabup

Minggu, 21 April 2024 - 14:03 WIT

2 Tahun Dikerjakan, Proyek Misterius di Pulau Dodola Mangkrak

Minggu, 21 April 2024 - 13:07 WIT

Diduga Korsleting Listrik, Kantor Bupati Pertama Halsel Ludes Dilalap Api

Sabtu, 20 April 2024 - 23:13 WIT

Rekomendasi ke MK, PKS Fokus Basri Salama Untuk 02

Berita Terbaru

LO dari Petahana Fifian Adeningsih Mus kembalikan formulir pendaftaran penjaringan Balon Bupati Sula ke DPC Partai Demokrat.

Headline

Petahana Optimis Kantongi Rekomendasi Demokrat di Pilbup Sula

Senin, 22 Apr 2024 - 15:05 WIT

Headline

Maju Pilbup Halsel AHD Incar 10 Parpol, Intip Profilnya

Senin, 22 Apr 2024 - 14:00 WIT

error: Konten diproteksi !!