Tukang Ojeg Jadi Kurir Narkoba Diciduk BNN Malut

- Editor

Senin, 9 Desember 2019 - 23:39 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE — Haliyora, Bisnis narkotika memang menggiurkan. Tak jarang, orang yang sudah memiliki pekerjaan, tertarik untuk menjalani bisnis tersebut, meski hanya sebagai kurir.

Seperti yang dilakoni oleh MRR alias Risal (26), warga Manggadua yang diciduk oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Maluku Utara karena kedapatan membawa narkotika jenis shabu.

Kepala BNN Maluku Utara, Brigjen (Pol) Edi Swasono melalui Penyidik BNN Malut, Ipda Mujakir Sajuan menjelaskan bahwa penangkapan terhadap Risal adalah melalui proses pengintaian yang dilakukan oleh penyidik BNN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tersangka sudah menjadi target kami setelah dilakukan pengintaian selama beberapa waktu. Tim penyidik makin intens mengintai tersangka karena gerak-geriknya yang kian mencurigakan,” ujar Mujakir dalam keterangan pers di ruang rapat Kantor BNN pada Senin (9/12).

Setelah memastikan bahwa tersangka adalah kurir narkoba, penyidik BNN langsung melakukan penangkapan pada Minggu (1/12) yang lalu, di Kelurahan Manggadua, Ternate.

“Dari tangan tersangka, penyidik menemukan satu bungkus plastik bening berisikan kristal berwarna putih dengan berat kotor kurang lebih 15,25 gram. Plastik tersebut dibalut dengan tisu dan dimasukkan ke dalam pembungkus rokok merek Gudang Garam berwarna coklat,” jelas Mujakir.

BACA JUGA  Hotel Corner Ternate jadi Tempat Isolasi Covid-19, 2 Karyawan PT. IWIP Dikarantina

Penangkapan tersangka terjadi di depan sebuah SD di lingkungan Kelapa Pendek, Manggadua. Penyidik juga mengamankan sebuah Hp merk Vivo milik tersangka.

“Tersangka ditangkap membawa barang haram tersebut ke tujuan tertentu. Tersangka beserta narkoba jenis shabu dan barang bukti miliknya, diamankan ke kantor BNN Malut,” lanjutnya.

Pada saat dilakukan introgasi, tersangka mengaku bahwa dirinya baru pertama kali melakukan tugas sebagai kurir narkoba. “Ia mengaku baru pertama kali terjun menjadi kurir narkoba. Tersangka juga mengaku bahwa ia hanya disuruh untuk menjemput dan mengambil barang haram tersebut. Selanjutnya diedarkan. Tergantung perintah orang yang menyuruhnya,” tukas Mujakir.

Barang bukti yang disita dari tersangka, menurut Mujakir, sudah dikirim ke laboratorium forensik di Makassar untuk dilakukan pengujian. “Hasilnya positif. Barang tersebut adalah narkoba jenis shabu,” tegasnya.

Untuk diketahui, tersangka adalah seorang sarjana, lulusan sebuah perguruan tinggi di kota Makassar. Saat ini, profesinya adalah sebagai tukang ojeg.

BACA JUGA  Diduga Hendak Bongkar Kotak Suara, Dua Anggota PPK Tobelo Diperiksa Bawaslu

Lebih jauh, Mujakir menambahkan bahwa saat ini penyidik BNN masih mendalami kasus yang melibatkan tersangka. Penyidik berkeinginan untuk mengembangkan kasus tersebut, guna mencari aktor utama yang mengendalikan peredaran narkoba di tangan tersangka.

“Tersangka hanya seorang kurir. Oleh karenanya, kami akan mengembangkan kasus ini untuk menguak siapa sebenarnya aktor utama di balik peredaran narkoba tersebut. Saat ini, penyidik bahkan secara intens menyelidiki isi percakapan yang terdapat di dalam Hp milik tersangka,” tandasnya.

Menutup konferensi persnya, Mujakir menjelaskan bahwa dengan keterlibatannya atas kasus tersebut, tersangka MRR Alias Risal akan dijerat dengan pasal 114 ayat (1) dan pasal 112 ayat (1) Undang-Undang nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika yakni memiliki, menyimpan dan menguasai narkotika golongan satu bukan tanaman serta menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan satu.

“Ancaman pidananya adalah kurungan penjara. Paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun kurungan penjara,” pungkasnya. (ata)

Berita Terkait

Pj Kades Maluli di Taliabu Diduga Potong BLT Warga
Polres Morotai Lidik Kasus Penimbunan Mitan Subsidi di Darame
Mantan Kadis PUPR Malut Akui Pernah Setor ke AGK 
Uje Akui Cicipi Fee Proyek di Pemprov Malut
Di Sidang Stevi, Presdir Tri Mega Sampaikan Alasan Tolak Jalan Masuk Kawasan Perusahaan 
Inspektorat Lamban Audit Kerugian Dugaan Korupsi DAK Dispar Morotai
Saksi di Sidang Cristian, Daud Ismail Akui Ditransfer Rp 600 Juta
Lawan Perintah AGK Kumpul Duit Rp 5 M, Udin Djuba Akui Didepak dari Kadis PUPR
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 April 2024 - 21:54 WIT

Hasil Asesmen Kadis PUPR Morotai Sudah Keluar, Siapa yang Bakal Dilantik ?

Selasa, 16 April 2024 - 21:34 WIT

TPP ASN Morotai Belum Dibayar, Ini Penjelasan Pj Bupati

Selasa, 16 April 2024 - 21:29 WIT

Kasus Penganiayaan Ketua PPK Garut di Halsel Naik Status

Selasa, 16 April 2024 - 18:56 WIT

Segera, 40 Pimpinan OPD Bakal Dievaluasi Plt Gubernur Malut

Selasa, 16 April 2024 - 18:51 WIT

Ada SiLPA Rp 20 Miliar, Pemkab Halsel Komitmen Tuntaskan RSP Pulau Makian

Selasa, 16 April 2024 - 13:11 WIT

Bulan Mei, CJH Morotai Diberangkatkan ke Tanah Suci

Selasa, 16 April 2024 - 12:59 WIT

Akun SIPD Diblokir, Pemprov Malut Merespon

Selasa, 16 April 2024 - 10:45 WIT

Hari Pertama Berkantor, Pj Bupati Morotai ‘Warning’ Pimpinan OPD

Berita Terbaru

Pj Bupati Umar Ali

Headline

TPP ASN Morotai Belum Dibayar, Ini Penjelasan Pj Bupati

Selasa, 16 Apr 2024 - 21:34 WIT

Kasat Reskrim Polres Halsel, Iptu Ray Sobar

Headline

Kasus Penganiayaan Ketua PPK Garut di Halsel Naik Status

Selasa, 16 Apr 2024 - 21:29 WIT

Plt Gubernur Malut M. Al Yasin Ali saat diwawancarai wartawan, Kamis (01/02/2024).

Headline

Segera, 40 Pimpinan OPD Bakal Dievaluasi Plt Gubernur Malut

Selasa, 16 Apr 2024 - 18:56 WIT

error: Konten diproteksi !!