Ini Keluhan Guru PTT di Perayaan HUT PGRI

- Editor

Senin, 25 November 2019 - 21:17 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE — Haliyora, Hari ini, tepatnya setiap tanggal 25 Nopember, diperingati sebagai Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus Hari Guru Nasional.

Di tengah meriahnya perayaan HUT PGRI tersebut, ternyata di Kota Ternate masih terdapat masalah terkait keterbatasan jumlah serta penghargaan terhadap kerja dan jasa guru. Tepatnya guru honorer atau Pegawai Tidak Tetap (PTT).

Hal tersebut terungkap saat awak haliyora.com mewawancarai salah seorang guru honorer yang bertugas pada sebuah SD Negeri di Kota Ternate.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Guru PTT tersebut menyampaikan keluhan terkait keterbatasan jumlah guru di sekolah tempatnya mengajar. Menurutnya, dengan sebanyak 12 kelas dan jumlah siswa kurang lebih 400 siswa, ia serta rekan-rekannya sangat merasakan adanya ketimpangan dalam menjalankan tugas mengajar dan pengawasan.

“Tenaga pengajar atau guru yang ada tidak sesuai dengan jumlah siswa di sekolah kami,” keluhnya kepada wartawan.

Selanjutnya, dengan nada mengeluh dan memelas, guru tersebut berharap kepada pihak berwenang, dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate dan Dinas Pendidikan, agar menambah tenaga guru di sekolahnya.

BACA JUGA  Pendapatan Sopir Angkot dan Ojek Belum Normal di Masa New Normal

“Mengurus siswa dengan jumlah ratusan orang bukanlah pekerjaan yang ringan dan gampang. Apalagi, tidak semua siswa tersebut memiliki karakter yang sama. Butuh kesabaran ekstra dari seorang guru SD seperti kami menghadapi siswa yang masih di bawah umur tersebut. Jika tenaga guru ditambah, mungkin dapat sedikit meringankan beban kerja kami,” ujarnya.

Tak sampai di situ, ia juga menyampaikan keluhan terkait kesejahteraan guru honorer atau PTT. Dijelaskannya bahwa daftar upah atau honor seperti yang tercantum dalam Surat Keputusan (SK) yang dipegangnya sebesar RP.700.000/bulan. Namun, kenyataan upah atau honor tersebut tidak diterimanya pada setiap bulan.

Lebih jauh, Ia mengaku, sering menerima upah atau honor tersebut setiap tiga bulan sekali. Bahkan, kadang hingga empat bulan. Kembali dengan sedikit memelas, ia berharap agar Pemkot Ternate lebih memperhatikan nasib guru honorer. Setidaknya, dengan tepat waktu dalam membayarkan upah atau honor guru PTT.

BACA JUGA  Ekspor Mulai Menggeliat, Koperasi Perikanan Ternate Lakukan Ekspor Ikan Tuna

“Jadi yang tong (kami-red.) terima tiap tiga bulan sekali, bahkan tak jarang sampai empat bulan. Itupun kadang yang dibayarkan hanya honor untuk satu bulan. Ini terasa berat.Kami tidak melebih-lebihkan beban kerja kami, tapi setidaknya, pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan guru PTT. Tenaga honorer di tempat atau dinas lain tidak memikul beban kerja seberat kami,” lanjutnya.

Meski begitu, guru yang murah senyum ini mengaku tetap akan menjalankan tugasnya dengan ikhlas dan lapang dada.

“Seperti yang saya alami saat ini. Honor sejak bulan Oktober hingga Desember 2019, belum saya terima. Mungkin so bagitu (sudah begitu-red.) ketentuan pemerintah. Tapi saya ikhlas mengajar. Apapun yang menjadi ketentuan, saya tetap ikhlas menjalani tugas setiap hari. Bahkan, saya tidak pernah bosan menjalankan tugas saya sebagai seorang guru yang punya kewajiban mendidik siswa saya,” tutupnya. (rbk)

Berita Terkait

Alam Bawah Laut di Tikep jadi Incaran Wisatawan Asing
Natal 2023, Dandim Labuha Kerahkan Prajurit TNI Perketat Keamanan Gereja 
FTW 2023 Bakal jadi Rujukan Pelaksanaan Festival di Indonesia
Ribuan Wisatawan Banjiri Pembukaan FTW 2023 di Sula
Rencana Boikot Festival Pulau Widi Ditanggapi Komisi III DPRD
FTW 2023 Siap Digelar, Menparekraf Hingga Dubes Luar Negeri Bakal Hadir
Waow ! Pemkab Halsel Ancam Boikot Festival Pulau Widi
Sultan Hidayatullah : Pemkot Setengah Hati Bangun Budaya Ternate
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 April 2024 - 21:54 WIT

Hasil Asesmen Kadis PUPR Morotai Sudah Keluar, Siapa yang Bakal Dilantik ?

Selasa, 16 April 2024 - 21:34 WIT

TPP ASN Morotai Belum Dibayar, Ini Penjelasan Pj Bupati

Selasa, 16 April 2024 - 21:29 WIT

Kasus Penganiayaan Ketua PPK Garut di Halsel Naik Status

Selasa, 16 April 2024 - 18:56 WIT

Segera, 40 Pimpinan OPD Bakal Dievaluasi Plt Gubernur Malut

Selasa, 16 April 2024 - 18:51 WIT

Ada SiLPA Rp 20 Miliar, Pemkab Halsel Komitmen Tuntaskan RSP Pulau Makian

Selasa, 16 April 2024 - 13:11 WIT

Bulan Mei, CJH Morotai Diberangkatkan ke Tanah Suci

Selasa, 16 April 2024 - 12:59 WIT

Akun SIPD Diblokir, Pemprov Malut Merespon

Selasa, 16 April 2024 - 10:45 WIT

Hari Pertama Berkantor, Pj Bupati Morotai ‘Warning’ Pimpinan OPD

Berita Terbaru

Pj Bupati Umar Ali

Headline

TPP ASN Morotai Belum Dibayar, Ini Penjelasan Pj Bupati

Selasa, 16 Apr 2024 - 21:34 WIT

Kasat Reskrim Polres Halsel, Iptu Ray Sobar

Headline

Kasus Penganiayaan Ketua PPK Garut di Halsel Naik Status

Selasa, 16 Apr 2024 - 21:29 WIT

Plt Gubernur Malut M. Al Yasin Ali saat diwawancarai wartawan, Kamis (01/02/2024).

Headline

Segera, 40 Pimpinan OPD Bakal Dievaluasi Plt Gubernur Malut

Selasa, 16 Apr 2024 - 18:56 WIT

error: Konten diproteksi !!