Diskusi Hangat Mewarnai Bedah Buku Sang Ustad

  • Whatsapp

TERNATE – Haliyora.com, Biografi Gubernur Maluku Utara, yang ditulis oleh Dr. Marwan Polisiri, dengan judul Sang Pendakwah, KH. Abdul Gani Kasuba, Lc “Sebuah Manifestasi Jejak Pemimpin Kharismatik Maluku Utara”, dibedah dalam acara BEDAH, DISKUSI DAN TALK SHOW, yang diselenggarakan oleh Gerakan Sosial, LSM IKGVOS INDO MALUT, di lantai lima Hotel Batik, Rabu (16/10/2019) malam. Bedah buku kemudian dilanjutkan dengan diskusi.

Diskusi yang dimulai sekitar pukul 22.00 itu, bertemakan “Mencari Sosok Pemimpin Masa Depan Malut vs Pandangan Tokoh Muda Maluku Utara”, dipandu oleh Ismit Alkatiri.

Bacaan Lainnya

Hadir sebagai pembicara pada diskusi itu adalah, Dr. Herman Oesman; Dr. Samlan Hi. Ahmad, sebagai Rektor IAIN sekaligus pengisi kata pengantar buku yang dibahas; Dr. Marwan Polisiri, sang penulis; Ust. Toriq, putra dari KH. Abdul Gani Kasuba, Lc; serta Irfan Hasanudin dari Pemuda Pancasila Maluku Utara sekaligus yang mewakili pandangan kaum muda.

Sesuai amatan Haliyora.com, suasana diskusi mulai hangat dengan nuansa kritik ala keilmuan, ketika Dr. Herman Oesman secara saksama membedah sisi intriksik dari isi buku.

Kritik pertama yang disampaikan oleh Herman adalah terkait struktur buku yang menurut hematnya, belum terlalu matang diolah oleh penulis.

Hal lain yang disoroti adalah buku tersebut nyaris secara keseluruhan hanya berisi puja-puji terhadap Abdul Gani Kasuba. Baginya, penulis kelihatan tidak jujur.

“Penulis tidak jujur untuk mengungkap perjalanan Pak Gubernur dalam buku ini. Lawan politik Beliau seperti Ahmad Hidayat Mus misalnya, tidak diwawancarai dan ditulis guna memperkaya isi buku,” ungkap Dr. Herman saat memberikan pandangan.

Ketika memasuki sesi tanya jawab, suasana diskusi semakin hangat. Banyak pendapat dikemukakan yang intinya lebih mengarah pada perbaikan isi buku.

Meski demikian, pada saat menyampaikan pandangan penutupnya, penulis buku secara lebih terbuka, mengakui kekurangannya. Lebih jauh, Marwan menyarankan kepada para pemuda dan mahasiswa, sebagai generasi penerus, untuk dapat menulis dengan sudut pandang yang diinginkan.

“Saya sadar, bahwa buku ini ditulis dengan segala keterbatasan dan kekurangan. Tapi biarlah para pembaca yang menilai isi buku dan mengambil kesimpulan,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, acara yang dimeriahkan oleh tarian Lala dan dihadiri ratusan orang ini, diawali dengan sambutan dari Gubernur Maluku Utara sekaligus menyerahkan buku biografinya kepada organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan. (al)

Pos terkait