Punya Hak Suara, Pemilih tak Waras bisa (ikut) Mencoblos

- Editor

Selasa, 27 November 2018 - 23:22 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ternate, Haliyora.com

Meski dianggap sakit jiwa alias tidak waras, jika masuk dalam Daftar Pemilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) legislatif serta Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019, maka dipastikan akan tetap memiliki hak untuk menyalurkan suaranya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara (Malut) sendiri tetap mengakomodir pemilih yang mengalami gangguan jiwa selama tidak ada keterangan dokter yang menjelaskan bahwa yang bersangkutan sakit jiwa (gila).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua KPU Malut, Syahrani Somadayo saat dikonfirmasi Haliyora.com, Selasa (27/11/18) malam mengatakan, KPU Malut sampai saat ini masih terus melakukan pendataan dan tidak ditemukan pemilih yang sakit jiwa, sebab saat proses pengambilan data tidak ada temuan orang yang mengalami sakit jiwa.

BACA JUGA  Kamis, KPU Putuskan Tindaklanjut Rekomendasi Bawaslu Malut

“Kita tetap mengakomodir siapa saja selama dia berhak menyalurkan hak pilihnya. Dan untuk mengetahui pemilih yang mengalami sakit jiwa itu harus berdasarkan keterangan dokter yang memang benar-benar menjelaskan bahwa yang bersangkutan memang gila,” tukasnya.

[artikel number=5, tag=”pemilu” ]

Dikatakan Syahrani, sepanjang yang bersangkutan memenuhi syarat sebagai pemilih, KPU tetap akan mengakomodir yang bersangkutan ke dalam daftar pemilih. “Karena itu bukan ranah KPU untuk menentukan pemilih mana yang gila. Dan di sini juga belum ada rumah sakit jiwa seperti daerah lain,” tutupnya.

BACA JUGA  Gara-Gara Corona, Pemda Halsel Tolak Tambah Anggaran KPU

Jika berpedoman pada Undang-Undang Pemilu, disebutkan bahwa syarat menjadi pemilih yakni warga yang sudah berusia 17 tahun, sudah atau pernah menikah, bukan TNI dan Polri serta sedang tak dicabut hak politiknya, wajib masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Dengan kata lain, memiliki hak suara. Penyandang disabilitas juga memiliki hak suara, dan gangguan jiwa bisa dikategorikan termasuk dalam penyandang disabilitas. (fir)

Berita Terkait

Kasus Maling Gasak Uang Pemda Halmahera Tengah, Polisi Belum Kantongi Identitas Pelaku
Ini Alasan Mantan Plt Gubernur Maluku Utara Dua Kali Mangkir dari Panggilan Jaksa
Polisi Amankan Terduga Pelaku Pembunuhan Petani Kopra di Halmahera Utara
Polisi Buru Terduga Pelaku Pembunuhan Petani Kopra di Halmahera Utara
Muhaimin Kembali Dipanggil KPK Terkait Kasus Suap Eks Gubernur Malut
Tak Paham Hukum, Pengacara Ketua Bawaslu Halsel Sebut Sahril Cari Suaka di Polda Maluku Utara
Ke Ternate Untuk Bersalin, Wanita Asal Sula Maluku Utara Melahirkan di Kapal
Kasus Dugaan Korupsi DAK Dispar Morotai Maluku Utara Mengendap di Inspektorat
Berita ini 11 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 24 Juni 2024 - 23:50 WIT

Pencoklitan Mulai Berjalan, Bawaslu Minta Dukcapil Halmahera Utara Terbuka Soal Data Pemilih

Senin, 24 Juni 2024 - 23:39 WIT

Gaji 13 Lima Mantan Komisioner KPU Morotai Belum Dibayar

Senin, 24 Juni 2024 - 23:33 WIT

Sashabila Mus : Entaskan Sejumlah Masalah di Taliabu Maluku Utara Butuh Sentuhan Agamais

Senin, 24 Juni 2024 - 23:26 WIT

SMAN 1 Halteng Pungut Biaya Mobiler, Dikbud Maluku Utara : Itu Pungli

Senin, 24 Juni 2024 - 23:17 WIT

Personel Polres Halmahera Tengah Evakuasi Warga Terdampak Banjir

Senin, 24 Juni 2024 - 17:31 WIT

Penting Mana, TPP Atau Dana Hibah Pilkada? Ini Kata Kepala BPKAD Morotai

Senin, 24 Juni 2024 - 16:22 WIT

SMAN 1 Halteng Bebankan Meja Kursi ke Siswa Baru

Senin, 24 Juni 2024 - 15:36 WIT

Polres Halmahera Tengah Ancam Pecat Anggotanya yang Terlibat Judi Online 

Berita Terbaru

ilustrasi Gaji ke 13

Headline

Gaji 13 Lima Mantan Komisioner KPU Morotai Belum Dibayar

Senin, 24 Jun 2024 - 23:39 WIT

error: Konten diproteksi !!