Kopra jadi Isu Nasional, Wakil Ketua DPD-RI: “Negara harus Turun Tangan”

  • Whatsapp

Tidore, Haliyora.com

Anjloknya harga kopra akhir-akhir ini membuat para petani kopra resah. Gelombang protes baik berupa unjuk rasa maupun pernyataan di media massa maupun media sosial pun terus bermunculan atas sikap “diam” pemerintah dalam menyikapi merosotnya salah satu komoditi unggulan di Maluku Utara (Malut) itu. Terbaru, masalah ini pun turut menjadi perhatian serius Wakil Ketua DPD-RI, Letjen TNI (Purn) Nono Sampono.

Bacaan Lainnya

Ditemui sejumlah wartawan setelah memberi materi pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan (Tikep) Tahun 2018 di Aula Nuku Kantor Walikota Tidore, Rabu (21/11/2018), Nono Sampono menyampaikan, negara harus turun tangan untuk menyelesaikan anjloknya harga kopra. “Ini sudah menjadi isu nasional. Dari Sulawesi Utara, Maluku Utara, Gorontalo dan Riau mengeluh soal anjloknya harga kopra,” tuturnya.

[artikel number=4, tag=”kopra” ]

Lanjut Nono setelah pulang dari Malut, DPD-RI akan memangil Kepala Bulog, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Desa, guna menyelesaikan persoalan tersebut.

Nono sendiri punya pendapat terkait beragam aksi mahasiswa yang terjadi. Karena anjloknya harga Kopra berdampak pada banyak orang, terutama bagi mahasiswa yang sedang kuliah yang orang tuanya bekerja sebagai petani kelapa.

“Terkait mahasiswa turun ke jalan dan bersuara lantang saya kira itu pantas. Dan tugas kami (DPD-RI) ya mengingatkan pemerintah untuk mencari solusi,” ujar Nono. (safi)

Pos terkait