Cabut APK “Bermasalah”, Panwas Dianiaya Pemuda Desa

- Editor

Kamis, 15 November 2018 - 20:10 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jailolo, Haliyora.com

Nasib sial harus dialami Iswan S Aba. Pengawas Pemilu Desa Tauro, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat itu, dikeroyok sejumlah pemuda desa ketika sedang bertugas. Iswan kala itu sedang menertibkan sejumlah alat peraga kampanye (APK) berupa baliho yang tidak sesuai aturan di desa Gufasa bersama Panwas kecamatan Jailolo.

Korban saat dikonfirmasi Haliyora.com pun menceriterakan, kronologi kejadian terjadi pada Rabu (14/11/2018) pukul 17:32 WIT petang. Saat Iswan (korban) sedang membongkar sejumlah APK yang dianggap tidak sesuai dengan aturan Pemilu. Ketika di depan Masjid Raya Desa Gufasa itulah, korban lalu mengalami peristiwa nahas itu.

“Tiba-tiba datang empat pemuda Desa Guaemaadu yang menghampiri saya. Mereka lalu menegur dengan kasar. ‘Siapa yang menyuruh kamu membongkar APK itu? Kalau berani bongkar, kamu akan kami pukul,” kata Iswan meniru ucapan para pelaku, Kamis (15/11/2018) sore melalui sambungan telepon seluler.

Lanjut Iswan, karena takut korban, lalu mengikat kembali APK yang sudah dibongkar tersebut. Namun, salah satu dari mereka yang dikenali korban bernama Ikmal Alim langsung melayangkan pukulan tepat ke wajahnya. Akibat dari tindakan anarkis tersebut, korban mengalami luka serius di bagian hidung dan pipi kanan.

“Pembongkaran ini diperintah oleh atasan kami di Bawaslu. Dan atas tindakan ini sudah saya laporkan pada atasan saya (Bawaslu Kabupaten Halbar),” ungkap korban.

BACA JUGA  Inilah Riwayat Perawatan Bayi Gizi Buruk dan Kelainan Jantung

[artikel number=3, tag=”hukrim,pengawas,bawaslu” ]

Bawaslu Kabupaten Halbar yang menerima laporan dari petugas jajarannya itu langsung melaporkan ke kepolisian Halbar. Ketua Bawaslu Halbar, Alwi Ahmad saat di konfirmasi media ini, Kamis sore, membenarkan hal itu seraya mengatakan kasus ini harus ditindak melalui proses hukum.

“Tidak boleh diselesaikan secara kekeluargaan. Takutnya, jangan sampai akan ada kasus seperti ini, lalu terjadi hal yang sama terus menerus. Pelaku harus diberi efek jera jadi diselesaikan lewat jalur hukum,” tutupnya. (fir)

Berita Terkait

Kasus Maling Gasak Uang Pemda Halmahera Tengah, Polisi Belum Kantongi Identitas Pelaku
Ini Alasan Mantan Plt Gubernur Maluku Utara Dua Kali Mangkir dari Panggilan Jaksa
Polisi Amankan Terduga Pelaku Pembunuhan Petani Kopra di Halmahera Utara
Polisi Buru Terduga Pelaku Pembunuhan Petani Kopra di Halmahera Utara
Muhaimin Kembali Dipanggil KPK Terkait Kasus Suap Eks Gubernur Malut
Tak Paham Hukum, Pengacara Ketua Bawaslu Halsel Sebut Sahril Cari Suaka di Polda Maluku Utara
Ke Ternate Untuk Bersalin, Wanita Asal Sula Maluku Utara Melahirkan di Kapal
Kasus Dugaan Korupsi DAK Dispar Morotai Maluku Utara Mengendap di Inspektorat
Berita ini 37 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 24 Juni 2024 - 23:50 WIT

Pencoklitan Mulai Berjalan, Bawaslu Minta Dukcapil Halmahera Utara Terbuka Soal Data Pemilih

Senin, 24 Juni 2024 - 23:39 WIT

Gaji 13 Lima Mantan Komisioner KPU Morotai Belum Dibayar

Senin, 24 Juni 2024 - 23:33 WIT

Sashabila Mus : Entaskan Sejumlah Masalah di Taliabu Maluku Utara Butuh Sentuhan Agamais

Senin, 24 Juni 2024 - 23:26 WIT

SMAN 1 Halteng Pungut Biaya Mobiler, Dikbud Maluku Utara : Itu Pungli

Senin, 24 Juni 2024 - 23:17 WIT

Personel Polres Halmahera Tengah Evakuasi Warga Terdampak Banjir

Senin, 24 Juni 2024 - 17:31 WIT

Penting Mana, TPP Atau Dana Hibah Pilkada? Ini Kata Kepala BPKAD Morotai

Senin, 24 Juni 2024 - 16:22 WIT

SMAN 1 Halteng Bebankan Meja Kursi ke Siswa Baru

Senin, 24 Juni 2024 - 15:36 WIT

Polres Halmahera Tengah Ancam Pecat Anggotanya yang Terlibat Judi Online 

Berita Terbaru

ilustrasi Gaji ke 13

Headline

Gaji 13 Lima Mantan Komisioner KPU Morotai Belum Dibayar

Senin, 24 Jun 2024 - 23:39 WIT

error: Konten diproteksi !!