Mahasiswa Wasile Tolak Kehadiran Perusahaan Kelapa Sawit

Ternate, Haliyora.com

Persatuan Mahasiswa Kristen Wasile Kota Ternate, (PMKW-KT), menggelar aksi unjuk rasa. Mereka menolak kehadiran PT DG, salah satu perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan khususnya kelapa sawit untuk tidak beroperasi di Halmahera Timur (Haltim), Senin (15/10/2018) siang.

Bacaan Lainnya

Dengan melakukan long march mengambil rute aksi pantai Falajawa, Kantor Walikota, Pasar Barito, RRI, dan Gamalama yang berada di pusat Kota Ternate mereka menolak rencana masuknya PT DG ke Kecamatan Wasile selatan, Kabupaten Haltim.

Dalam orasinya, pengunjuk rasa menyesalkan sikap pemerintah kabupaten Haltim melalui Bupati yang yang menerbitkan SK Nomor 88.45/147/525.26/2007 untuk pemberian izin pengelolaah diatas lahan seluas 7.797 hektar pada tahap pertama dan 19 ribu hektar pada tahap kedua.

“Padahal lahan eksplorasi perusahaan berada di lahan produksi masyarakat yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, sehingga akan berdampak pada perekonomian rumah tangga,” kata koordinator aksi, Eben Toujoung dalam orasinya.

[artikel number=3, tag=gamalama,psu,haltim,mahasiswa,unjras,wasile ]

Perusahaan tersebut, dinilai pengunjuk rasa lokasinya hanya berjarak hanya tujuh meter dari pemukiman warga. “Yakni desa Yawal, Tanure, Loleba, Waijoi, Jikomoi, Menamin. Saat ini langkah Pemkab tersebut mulai meresahkan masyarakat desa,” ungkapnya.

Kehadiran perusahaan kelapa sawit, bagi mereka, akan lebih banyak menimbulkan dampak negatif yakni mengakibatkan gundulnya hutan akibat penggusuran, mengancam tanaman lokal yang berada disekitarnya. “Termasuk mempengaruhi budaya masyarakat, memicu konflik antara masyarakat dengan masyarakat, masyarakat dengan perusahaan, maupun masyarakat dengan pemerintah daerah setempat,” sesalnya.

Eben sapaan akrabnya juga menyesalkan perusahaan yang hendak dioperasikan di atas lahan rakyat, diambil dengan cara-cara yang represif. “Dalam waktu dekat kami akan mengkonsolidasi pada seluruh elemen gerakan yang ada di Maluku Utara untuk menggelar aksi lanjutan,” pungkasnya. (ogan)

Pos terkait